DPR Minta Dephan atau TNI Respons Tegas Laporan KKP

Kompas.com - 14/07/2008, 11:40 WIB

JAKARTA, SENIN - Anggota Komisi I DPR dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Permadi, melihat Dinas Penerangan (Dispen) TNI belum tegas dalam merespons laporan Komisi Kebenaran dan Persahabatan (KKP) yang menyatakan telah terjadi pelanggaran HAM secara terorganisasi ketika dilakukan jajak pendapat pada tahun 1999 yang melibatkan TNI, Polri, dan otoritas sipil. 

"Siapa yang membocorkan? Indonesia atau Timor Leste? Ini perlu dimonitor secara tegas dan jelas. Saya melihat kurang tegasnya Dispen TNI untuk mengatasi hal-hal semacam ini sehingga yang berkembang di masyarakat merugikan TNI, Polri, dan jendral-jendralnya," ujar Permadi dalam rapat kerja Komisi I DPR dengan Departemen Pertahanan dan TNI di Jakarta, Senin (14/7). 

Secara formal, pemerintah sendiri sebenarnya belum menerima laporan dari KKP. Padahal, berbagai media massa sudah menuliskannya. Bahkan, sudah dikait-kaitkan dengan sejumlah orang penting TNI yang waktu itu menjabat. 

Permadi juga menilai dokumen tersebut berat sebelah. Komisi tersebut hanya menyalahkan Indonesia dalam kasus Timor Leste. "Memangnya Timor Leste tidak pernah melanggar HAM. Ini harus tegas. Kami tidak rela TNI dipecundangi," tandasnya. 

Sementara itu, Panglima TNI Djoko Santoso enggan berkomentar banyak soal pernyataan Permadi ketika ditemui di sela-sela rapat kerja. "Aku ora ngerti, wong rung resmi (Aku tidak mengerti. Orang belum resmi)," ujarnya singkat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau