Wah... Ribuan Butir Ekstasi Dikirim Pakai Jasa Ekspedisi

Kompas.com - 14/07/2008, 17:01 WIB

JAMBI, SENIN- Petugas gabungan dari Kepolisian Daerah Metro Jaya dan Kepolisian Daerah Jambi berhasil menggagalkan rencana pengiriman 2.000 butir ekstasi dan 3,36 gram sabu melalui jasa ekspedisi. Bahkan  polisi juga menangkap seorang anggota TNI berinisial Ar (34), yang diduga terkait dalam perdagangan narkoba. Ar saat ini ditahan di Detasemen Polisi Militer (Denpom) Jambi.

"Ar berstatus tersangka karena terlibat menerima ekstasi tersebut, saat ini sudah kami tahan dan mintai keterangan," ujar Letnan Kolonel (Inf) Nurdin, Kepala Denpom Jambi, Senin (14/7).

Menurut Nurdin, Ar yang merupakan anggota Detasemen Kesehatan (Denkes) Jambi, diduga terlibat karena dirinyalah yang mengambil 2.000 butir ekstasi dan 3,36 gram sabu yang diantar pihak ekspedisi ke sebuah toko mainan di Jalan Abunjani, Kota Jambi, Sabtu (12/7) malam lalu.

Ar diduga disuruh seseorang yang bernama Ma, yang saat ini menjadi buron. Ketika hendak mengambil paket ekstasi dan sabu tersebut, Ar datang bersama Ma. Namun, ketika tim polisi dari Polda Metro Jaya dan Polda Jambi hendak menangkap keduanya, Ma melarikan diri.

Sejauh ini, polisi masih menyelidiki kemana ekstasi dan sabu tersebut akan diedarkan, dan siapa pemilik yang sebenarnya.

Kepala Penerangan Komando Resor Militer Jambi Kapten Dalimunthe yang dikonfirmasi melalui telepon selulernya mengatakan telah mengetahui informasi ada salah seorang oknum anggota yang terlibat. Meski begitu pihaknya menyerahkan sepenuhnya proses pengusutan kasus ini pada Denpom Jambi.

Kepala Bidang Humas Polda Jambi Ajun Komisaris Besar Syamsudin Lubis mengatakan, jasa ekspedisi menjadi alternatif penjualan ekstasi dan berbagai jenis obat terlarang lainnya. Ini diduga karena petugas ekspedisi tidak melakukan pengecekan secara ketat akan isi paket yang akan dikirim dan yang masuk.

Ihal terbongkarnya pengiriman ekstasi dan sabu ini, polisi awalnya mendapat informasi dari petugas jasa ekspedisi di Jakarta yang sempat mencurigai keberadaan sebuah paket yang akan dikirimkan ke Kota Jambi. Merasa curiga, petugas ekspedisi yang memeriksa benda tersebut langsung melapor ke Polda Metro Jaya. Setelah diperiksa, ternyata benar isi kiriman itu adalah ribuan butir ekstasi berwarna ungu, serta lima bungkus serbuk sabu berukuran berat 3,36 gram.

Meski demikian, polisi tidak langsung membatalkan pengiriman barang, tetapi terus mengawal pengiriman itu dan berkoordinasi dengan Polda Jambi untuk mengetahui siapa penerima barang itu. Sayang, ketika hendak menangkap pengambil kiriman, hanya satu tersangka ditangkap, sementara Ma yang diduga kuat sebagai pemilik barang lolos.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau