JAKARTA, SELASA - Fenomena Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bersama Partai Demokrat-nya sulit muncul pada Pemilihan Umum Presiden 2009. Sebab, waktu kampanye pemilu 2009 terlalu panjang, sembilan bulan.
Pada pilpres 2004, SBY dan Partai Demokrat membuat gebrakan dengan memenangkan pertarungan tersebut, meski muncul sebagai pendatang baru.
"Dengan kampanye yang panjang, sulit fenomena SBY untuk muncul lagi. Dulu waktunya pendek, jadi bisa. Lagi pula, masyarakat sudah terdidik dengan adanya Pilkada. Oleh karena itu, kalau pun dia seorang tokoh baru dan mengiklankan dirinya kemana-mana, masyarakat tidak akan tertarik selama dia tidak memiliki prestasi," ujar Pengamat Politik CSIS, Indra J Piliang, saat temu wartawan di kantor CSIS Jakarta, Selasa (15/7).
Sementara Direktur Eksekutif CSIS, Dr Hadi M. Soesastro, mengatakan SBY sebenarnya bukanlah tokoh baru dalam pecaturan politik Indonesia. Pada pemerintahan Gus Dur, SBY pernah menjabat sebagai Menteri Perhubungan, dan saat pemerintahan Megawati dia menjabat sebagai Menkopolkam.
"Selama ini, saya tidak pernah melihat menteri atau tokoh politik yang muncul hampir setiap hari di televisi seperti SBY. Jadi dia bukan tokoh baru," jelas Hadi.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang