Wapres: Evaluasi Prestasi dan Cabang Olahraga

Kompas.com - 17/07/2008, 20:23 WIB

Laporan Wartawan Kompas Suhartono

SAMARINDA, KAMIS - Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla meminta Menteri Negara Pemuda dan Olahraga Adhyaksa Dault dan Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Rita Soebowo mengevaluasi kembali Pekan Olahraga Nasional (PON) XVII di Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim).

Menurut Wapres, bukan hanya prestasi yang telah diraih para atlet selama penyelenggaraan PON XVII, tetapi juga pelaksanaan PON, khususnya jumlah cabang olahraga yang dipertandingkan agar penyelenggaraan PON XVIII di Provinsi Riau mendatang dapat berjalan lebih efisien, efektif dan terfokuskan. Hal itu disampaikan Wapres Kalla saat menutup secara resmi PON XVII, Kamis (17/7) malam di Stadion Palaran, Samarinda.

PON XVII di Kaltim dibuka 5 Juli lalu secara resmi oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Penyelenggaraan PON dilakukan di enam kota di antaranya di Balikpapan, Samarinda, Tarakan, Berau, Bontang, dan Kutai Kertanegara.

"Tentunya, setelah selesainya PON ini, kami mengharapkan adanya evaluasi agar tercapai prestasi yang tinggi dalam olahraga. Setiap prestasi tentu memberikan kejayaan terhadap bangsa ini. Kita mengharapkan evaluasi bagaimana prestasi yang akan datang dicapai, bagaimana penyelenggaraan yang baik," tandas Wapres Kalla.

Menurut Wapres Kalla, pemerintah akan terus melanjutkan penyelenggaraan PON di masa datang yang lebih efisien dan memberikan prestasi. "Kita juga harus mengevaluasi cabang-cabang olahraga yang sangat baik apabila dilaksanakan di PON serta jika dipertandingkan jika dilakukan dalam penyelenggaraan pertandingan nasional," kata Kalla, yang kali ini berpidato dengan teks tertulis.

"Kalau begitu banyak cabang olahraga yang dipertandingkan dalam PON, tentu sulit kita untuk mencapai prestasi yang kita harapkan setinggi-tingginya. Atlet tentu diharapkan bertanding dengan baik dan setingginya mencapai prestasi. Sedangkan panitia bertugas menyelenggarakan PON yang sebaik-baiknya," lanjut Wapres Kalla.

Wapres Kalla juga memuji para atlet yang telah menang dan meraih prestasi. Ia juga menghibur para atlet yang kalah. "Kekalahan itu hanyalah kemenangan yang tertunda, karena itu raihlah prestasi sebaik-baiknya," tutur Wapres Kalla.

Jaga infrastruktur olahraga

Lebih jauh Wapres Kalla mengingatkan kepada pejabat dan masyarakat di Provinsi Kaltim agar menjaga fasilitas olahraga yang telah dibangun dengan megah. "Menjaga artinya bukan hanya memelihara fasilitas-fasilitas dan gedung-gedung olahraga ini, akan tetapi juga menjaga dan meningkatkan prestasi sebaik-baiknya," ujar Wapres.

Ditegaskan Wapres Kalla, prestasi dan penyelenggaraan yang baik dan tertinggi telah diraih dalam PON XVII di Kaltim, hendaknya juga dapat diraih dan dilaksanakan sebaik-baiknya dalam penyelenggaraan PON di seluruh provinsi di Indonesia.

Acara itu dihadiri Adhyaksa Dault dan Rita Soebowo, Penjabat Gubernur Kaltim Tarmizi A Karim dan Ketua Panitia Besar PON XVII Yurnalis Ngayoh dan pejabat lainnya.

Acara penutupan diawali dengan defile 43 cabang olahraga yang dipertandingkan di PON XVII dan Laporan Ketua Umum PB PON serta Penjabat Gubernur Kaltim. Setelah pernyataan resmi penutupan PON oleh Wapres Kalla, dilanjutkan dengan penurunan bendera PON XVII 2008 serta pemadaman api PON.

Sebagai tanda kelanjutan penyelenggaran PON, diserahterimakan pula bendera PON XVII dari Penjabat Gubernur Kaltim Tarmizi A Karim kepada Ketua Umum KONI Pusat, yang selanjutnya diserahkan kembali kepada Pelaksana Harian (Plh) Gubernur Riau Wan Abubakar, yang didampingi Ketua KONI Riau, mantan Gubernur Riau Rusli Zaenal.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau