Presiden dan Wapres Mulai Berkunjung ke Daerah

Kompas.com - 17/07/2008, 20:40 WIB

Laporan Wartawan Kompas Suhartono

SAMARINDA, KAMIS - Menjelang Pemilu 2009, aktivitas Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla untuk melakukan kunjungan kerja ke sejumlah daerah semakin meningkat.

Presiden Yudhoyono, Kamis (17/7) siang, tercatat meninggalkan Jakarta untuk memulai kunjungan kerjanya selama beberapa hari ke Medan Sumatera Utara (Sumut). Demikian pula Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla, yang melakukan kunjungan kerja ke sembilan kabupaten kota di lima provinsi di kawasan Indonesia Bagian Timur pada hari yang sama.

Jika Presiden Yudhoyono hingga Sabtu (19/7) malam, baru kembali ke Jakarta. Maka, Wapres Kalla dijadwalkan baru kembali Minggu (20/7) sore. Presiden didampingi Ibu Negara Ny Ani Bambang Yudhoyono dan banyak menteri, sedangkan Wapres Kalla didampingi Ny Mufidah Jusuf Kalla, beberapa menteri dan kerabatnya. Demikian agenda acara Presiden dan Wapres yang diterima Kompas, Kamis ini.

Sebagai Ketua Dewan Pembinan Partai Demokrat, Presiden Yudhoyono, meskipun secara tertulis agenda acaranya tidak ada, namun biasanya Presiden menyempatkan menemui kader dan pengurus partainya untuk konsolidasi di akhir acara.

Begitu juga Wapres Kalla yang juga dikenal sebagai Ketua Umum Partai Golkar, ia juga melakukan hal yang sama. Hanya bedanya, kalau kunjungan Wapres Kalla di buku acaranya hanya tertulis acara internal. Namun, pers yang ikut dalam rombongan seringkali diizinkan untuk meliput.

Presiden Yudhoyono direncanakan, Kamis malam ini memberikan pengarahan kepada Gubernur se-Provinsi di Sumatera. Esok sorenya, Presiden Yudhoyono direncanakan akan membuka Pesta Danau Toba.

Sebelum meninggalkan Medan, Sabtu (19/7) pagi, Presiden akan menuju Nagari Ranutuan Panombean, Kecamatan Panombean Panei, Kabupaten Simalungun, Sumut, untuk memberikan bantuan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri, yang masing-masing kecamatan mendapat hampir Rp 3 miliar.

Pekan sebelumnya, Presiden Yudhoyono juga melakukan kunjungan kerja ke Jambi dan Palembang, di antaranya selain menyerahkan dana PNPM Mandiri juga meresmikan pertemuan para guru yang tergabung dalam Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI).

Tutup PON

Adapun Wapres Kalla, di hari yang sama, juga memulai kunjungan kerjanya selama empat hari yang diawali dengan menutup Pekan Olahraga Nasional ke-XVII di Samarinda. Rombongan Wapres Kalla tiba di Bandar Udara Sepinggan, Balikpapan, Provinsi Kalimatan Timur (Kaltim), Kamis siang.

Pekan lalu Wapres Kalla juga melakukan kunjungan kerja ke Palembang membuka Munas Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi), meninjau infrastruktur di Serang, Cikarang, dan Indramayu.

Jumat (18/7) subuh, Wapres Kalla dan rombongan sudah terbang ke Sulawesi Tengah (Sulteng) untuk berturut-turut bertemu dengan para petani Kelompok Profesi Masyarakat di Kabupaten Tojo Una-Una, meninjau Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Sulewana, mengunjungi kampus Universitas Kristen Tentena Gereja Kristen Sulawesi Tengah (GKST), dan meninjau Pondok Pesantren Modern Ittihadul Ummah di Poso.

Selanjutnya, Sabtu (19/7) pagi Wapres Kalla akan mencanangkan Kota Terpadu Mandiri di Kabupaten Bualemo, Gorontalo, bersilaturahmi dengan musyawarah pimpinan daerah (muspida), tokoh agama dan masyarakat di Kabupaten Toli-toli, meresmikan Graha Arauna di Manado. Sebelum kembali ke Jakarta, Wapres Kalla akan menghadiri Musyawarah Nasional (Munas) XIII Hipmi di Bali.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau