JAKARTA, JUMAT - Sejumlah nama politisi yang sudah malang melintang di Senayan, kembali muncul dalam bursa calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Sebut saja Soetardjo Soerjogoeritno, AM Fatwa dan Patrialis Akbar. Ketiganya saat ini masih tercatat sebagai anggota DPR periode 2004-2009.
Ketua Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) Sebastian Salang mengatakan, pindahnya politisi Senayan ke "gedung sebelah" (DPD) karena faktor libido yang tinggi terhadap kekuasaan. "Mbah Tardjo, Pak Fatwa, Patrialis, dan banyak juga anggota DPRD yang mencalonkan diri menunjukkan mereka yang akan pensiun ini masih punya hasrat alias libido kekuasaan yang masih tinggi, masih ingin berkuasa. Nanti kita akan tahu motivasinya apa. Jangan sampai yang masuk pensiunan," kata Sebastian dalam diskusi di Gedung DPD, Jumat (18/7).
Padahal, anggota DPD diharapkan mempunyai energi yang cukup untuk berjuang bagi daerah yang diwakilinya. "Jangan sampai karena sudah uzur nanti malah tidur saat sidang," ujarnya.
Profil calon anggota DPD yang mendaftarkan diri, di antaranya anggota DPD yang ikut mencalonkan kembali, anggota DPR, anggota DPRD, kader parpol yang belum menjadi anggota DPR/DPRD, akademisi, dan mantan-mantan pejabat. "Para anggota DPR yang mencalonkan diri ini karena mereka sudah tidak bisa lagi dicalonkan parpolnya sebagai anggota Dewan periode berikutnya," kata Sebastian.
Saat ditemui terpisah, Wakil Ketua MPR AM Fatwa yang mencalonkan diri menjadi anggota DPD membantah anggapan tersebut. Ia mengatakan, keinginannya menjadi anggota DPD bukan karena habis kesempatannya di DPR. "DPR sudah, MPR sekarang, kan lebih bagus kalau saya lengkapi dengan menjadi anggota DPD karena semuanya punya fungsi-fungsi tersendiri. Setiap orang punya pandangan, punya pilihan politik sendiri. Dan saya memilih lapangan pekerjaan saya di politik," katanya.
Kewenangan DPD yang sangat terbatas, menurutnya, bukan menjadi halangan untuk tidak maju. "Saya mau meneruskan pengabdian di bidang politik dengan bentuk yang lain, yaitu lembaga politik yang juga ada di Senayan ini," ujar Fatwa. (ING)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang