KOLOMBO, JUMAT- Ratusan pengunjuk rasa yang marah mencegat kereta api dan terlibat bentrokan dengan aparat kepolisian di Kolombo, ibukota Srilanka. Aksi unjuk rasa yang berlangsung sepanjang hari Jumat (18/7) kemarin itu sendiri dilakukan menyusul tindakan pemerintah lokal Kolombo menggusur sekitar 80 rumah penduduk yang dibangun tanpa izin.
Selain menghentikan kereta api selama beberapa jam, massa pengunjuk massa yang marah juga melampiaskan kekesalannya dengan menempatkan bebatuan dan merintangkan berbagai pepohonan di badan jalan. Polisi melepaskan tembakan gas air mata untuk membubarkan massa.
Menurut Ravi Karunayake dari pihak oposisi, penggusuran rumah-rumah penduduk yang diwarnai tindak kekerasan sempat dilakukan setelah ada penetapan dari pengadilan. Akan tetapi penggusuran itu dihentikan menyusul aksi protes penduduk.
Ditambahkan Karunayake, penghancuran rumah-rumah penduduk itu merupakan bagian dari rencana pemerintah untuk meningkatkan keamanan guna menghadapi pertemuan pemimpin Asia Selatan yang akan segera dimulai pada akhir bulan ini.
Menurut dia, tidak ada penjelasan dari pihak pemerintah bagaimana mungkin pembersihan lahan dan penggusuran rumah penduduk bisa meningkatkan keamanan. Yang jelas, lokasi yang digusur itu tak jauh dari markas pusat militer.
Juru bicara kepolisian Ranjith Gunasekara menyatakan, meskipun penghancuran rumah penduduk itu dilakukan berdekatan dengan pertemuan para pemimpin Asia Selatan (South Asian Association for Region Cooperation Summit, pemerintah memberikan cukup waktu kepada penduduk untuk mendapatkan tempat tinggal.
Pertemuan para pemimpin Asia Selatan itu sendiri dijadwalkan akan dimulai 27 Juli. Pemerintah Kolombo sebegai tuan rumah pertemuan memberikan jaminan keamanan maksimum terhadap para delegasi yang hadir dalam pertemuan itu.
Seperti diketahui, Srilanka mengalami konflik berkepanjangan dalam 25 tahun terakhir melawan Kelompok Macan Tamil yang ingin memisahkan diri dari Kolombo. Lebih dari 70.000 jiwa melayang selama konflik panjang itu.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang