Pembantai Rakyat Bosnia Ditangkap

Kompas.com - 22/07/2008, 09:16 WIB

BEOGRAD, SELASA  - Mantan pemimpin Serbia Bosnia Radovan Karadzic yang diburu Mahkamah Kejahatan Perang PBB untuk Yugoslavia selama 13 tahun ditangkap di Serbia.

Di Sarajevo, warga Muslim Bosnia dan Kroasia merayakan penangkapan Karadzic itu dengan turun ke jalan. Sarajevo merupakan ladang pembantaian terhadap ribuan warga Serbia dan Kroasia ketika pasukan Karadzic yang didukung Beograd mengepungnya selama 43 bulan.

Karadzic ditangkap bersama seorang tersangka lain di Serbia, Senin (21/7) malam atau Selasa waktu Indonesia. Ia ditangkap pada malam menjelang pertemuan para menteri luar negeri Eropa membahas hubungan lebih erat dengan Serbia yang dipimpin tokoh pro-Barat, Boris Tadic.

Tempat persembunyian Karadzic di Serbia sebenarnya sudah menjadi pembicaraan masyarakat internasional. Barat juga telah lama curiga bahwa Beograd tidak mencari Karadzic secara saksama. Keengganan ini diduga terkait citra Karadzic yang masih dianggap pahlawan oleh kalangan nasionali militan Serbia ketika Yugoslavia ambruk dan pecah. Beograd diduga baru serius mencari setelah penangkapan Karadzic dijadikan tiket bergabung dengan Uni Eropa.

Beberapa sumber yang dekat dengan pemerintah mengatakan, Karadzic, yang memiliki ciri berbeda rambut panjang berwarna putih, ditangkap di Beograd. Ia saat ini menjalani proses identifikasi resmi, termasuk pemeriksaan DNA, dan dijadwalkan bertemu dengan para penyidik pada malam hari.  "Keberadaan Karadzic diketahui dan ia ditangkap," demikian antara lain isi pernyataan kantor Presiden Boris Tadic tanpa memberi perincian.

Richard Golbrooke, mantan asisten menteri luar negeri AS urusan Eropa yang merundingkan kesepakatan Dayton 1995 yang mengakhiri perang di Bosnia, menyambut baik penangkapan Karadzic yang dia gambarkan sebagai otak sejati pembunuhan massal. Barat juga mendesak ditangkapnya Panglima Militer Serbia Bosnia Ratko Mladic yang juga bersembunyi.
    
Karadzic menjadi pemimpin Serbia Bosnia selama Perang Bosnia 1992-1995. Ia didakwa Mahkamah Kejahatan Perang PBB di Den Haag pada Juli 1995 karena mengesahkan penembakan terhadap warga sipil selama pengepungan 43 bulan atas Sarajevo.
    
Ia didakwa melakukan pemusnahan suku bangsa untuk kedua kali empat bulan kemudian karena menjadi otak pembantaian 8.000 orang Muslim setelah pasukan Mladic menguasai "daerah aman" PBB, Srebrenica, di Bosnia timur. Ia bersembunyi pada 1997, dua tahun setelah campur tangan militer NATO mengakhiri perang tersebut.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau