Suzuki APV, Mini Alphard Yang Mewah

Kompas.com - 23/07/2008, 05:20 WIB

 

Selama berlangsung pameran mobil internasional (IIMS 2008) di JCC, Jakarta (11-20/7), di booth Suzuki ada APV putih yang sudah dimodifikasi Auto Spot. Tampilannya mengundang penasaran pengunjung, selain karena ubahan pada eksterior juga interiornya yang mewah. Tak pelak, garapan Edwin Adjisatryo ini menjadi salah satu bintang di antara produk-produk Suzuki.

Seluruh bodi APV yang dibalut cat putih kristal, memang menarik perhatian.Apalagi melongok ke bagian dalam, terutama ruang penumpang sudah digusur total. Melihat desain dan konfigurasi interior, APV Arena ini tidak bisa lagi disebut sebagai kendaraan keluarga. Pasalnya, tempat duduk yang tersedia hanya empat: dua di depan dan dua di belakang.

“Konsepnya kendaraan mewah. Cocok untuk melayani rekan bisnis,” jelas Edwin, sang desainer yang ikut memantau minat konsumen terhadap kreasinya di stan Suzuki. Karena itu pula, biaya memodifikasi APV cukup besar dan dikatakannya habis sekitar Rp 120 juta. Karena itu, kalau dijual, harga APV ini bisa mencapai Rp 250 juta!

Mini Alphard
Penampilan APV ini, sekilas mirip Toyota Alphard, makanya disebut Mini Alphard. Untuk itu, Edwin harus mengganti bumper dan menggunakan spoiler dengan model “dower”. Juga ada tambahan side skirt pada kedua samping bodi.

Perubahan mencolok lainnya adalah bagian belakang dan keempat fender atau sepatbor.  Ukuran keempat spatbor  lebih gemuk. Tujuannya, selain memberikan penampilan eksklusif, agar ban dan pelek 20 inci bisa dipasang dengan baik dan membuat kendaraan bisa jalan dengan kondisi normal.

Meski begitu, ternyata fender gemuk mengakibatkan kedua pintu depan tidak bisa dibuka secara normal.  Sudut buka pintu mengecil dan menyebabkan pengemudi atau penumpang depan agak susah masuk ke dalam kokpit. Tapi, sistem buka kedua pintu samping yang diganti model sliding, merupakan perubahan unik,

Interior hasil rancangan Edwin pada APV menarik sekali. Di ruang penumpang hanya tersedia dua kursi dengan desain individual, bisa disetel dan dilengkapi dengan arm rest.  Ruang batas antara kokpit dan penumpang belakang, dipakai untuk menempatkan minibar dan di atas ditaruh monitor LCD 20 inci. “Saya melengkapi mobil dengan tata suara surround. Dengan demikian pemilik dan  penumpangnya bisa menikmati tontonan sembari melakukan perjalanan,” lanjut Edwin.

Meski tidak menggunakan kulit asli, jok dan trim interior dilapisi dengan produk MB Tech warna gading, sehingga memberikan kesan mewah dan eksklusif. Jadilah APV ini sebagai minivan mewah asli, yang benar-benar lahir dari bumi Indonesia, mulai dari unit sampai desain dan kreativitas modifikasinya. (ZBJ)

 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau