Maman Soemantri Bikin Geram Hakim Tipikor

Kompas.com - 23/07/2008, 11:38 WIB

JAKARTA, RABU - Mantan anggota dewan gubernur Bank Indonesia, Maman Soemantri, membuat geram majelis hakim Pengadilan Tipikor yang digelar pagi ini.

Maman pada Rabu (23/7), menjadi saksi dalam sidang kasus dugaan penyalahgunaan dana Yayasan Pengembangan Perbankan Indonesia sebesar Rp100 miliar. Saking kesalnya, dua Anggota Majelis Hakim, I Made Hendra dan Hendra Yosfin, mengeluarkan sindiran keras kepada wakil ketua dewan pengawas YPPI itu.

Ini bermula saat Anggota Majelis Hakim I Made Hendra bertanya, "Sebagai dewan pengawas, siapa yang memiliki kewenangan untuk mencairkan dana tersebut?"

Karena memberikan keterangan berbelit, I Made geram dan berkata, "Jangan berbelit, jangan beragumentasi!"

"Yang Mulia, saya juga tidak ingin memberikan keterangan berbelit," ujar Maman yang kembali dipotong I Made. "Makanya, kalau jangan baca, dengarkan dulu apa pertanyaan saya. Pertanyaan saya kan siapa yang memiliki wewenang untuk mencairkan dana itu? cecar I Made.

"Saya tidak tahu Pak," jawabnya lirih.

"Berarti Anda pengawas tapi tidak mengerti apa tugas pengawas. Kalau Anda tahu, tanpa membuka pun Anda sudah bisa jawab. Wah, bagaimana ini? Enggak bisa jalan negara ini kalau punya dewan gubernur seperti Anda!" kata I Made dengan nada tinggi.

Begitupun saat Anggota Majelis Hakim Hendra Yosfin bertanya tentang kapan bantuan hukum kepada mantan pejabat BI berubah menjadi hutang. "Itu diubah setelah atau sesudah audit BPK?" tanya Hendra.

"Saya tidak tahu pasti Yang Mulia," jawab Maman.

"Bagaimana Saudara ini? Kan cuma ada dua sebelum dan sesudah!" kata Hendra dengan nada tinggi. Beberapa detik kemudian, Hendra menuturkan kata sindiran kepada Maman, "Malu republik ini punya dewan gubernur BI seperti Anda! Rusak negara ini!"

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau