Disediakan 30 Ribu Tiket Museum Gratis

Kompas.com - 26/07/2008, 20:43 WIB

JAKARTA, SABTU - Sebanyak 30.000 tiket musem gratis di lima musem di DKI Jakarta disediakan bagi pelanggan Starbucks Coffee se-Jabodetabek sejak 15 Juli hingga 14 Agustus 2008.

Manajer Komunikasi PT Sari Coffee, Yuflinda Susanta yang ditemui di sela kunjungan Museum Tour, Sabtu (26/7) menjelaskan, pemberian tiket tersebut merupakan pelayanan masyarakat sekaligus membangkitkan kecintaan terhadap warisan budaya dan sejarah Indonesia.

"Kita sudah bekerja sama dengan pemerintah menyediakan tiket gratis untuk mengunjungi Museum Nasional, Museum Tekstil, Museum Sejarah Jakarta, Museum Seni Rupa dan Keramik dan Museum Wayang. Seluruh gerai Starbucks juga menyediakan brosur gratis lima museum yang terlibat program. Hal terpenting yang hendak dicapai adalah menimbulkan kecintaan dan kebanggaan sebagai orang Indonesia yang dapat timbul setelah mengetahui koleksi museum di Jakarta," kata Yuvlinda.

Selain itu, Starbucks menyiapkan buku panduan gratis museum tersebut yang disediakan di seluruh gerai se-Jabotabek. Kedai keliling juga disediakan di Kota Tua Jakarta sepanjang akhir pekan selama masa promosi berlangsung.

Menurut Yuvlinda, pihaknya sedang menjajaki kemungkinan untuk membuka bisnis di Kota Tua sebagai bagian dari revitalisasi kawasan bersejarah tersebut.

Terobosan Museum

Museum yang terlibat program diketahui menyimpan maha-karya seni-rupa dan peradaban yang bernilai sangat tinggi. Pengelola museum membuat terobosan dengan memberi pengunjung kesempatan berinteraksi dan menjadi bagian dari sejarah seperti di Museum Tekstil para tamu boleh belajar membatik langsung di tempat. Demikian pula di Museum Seni Rupa dan Keramik disediakan tanah liat dan sarana membuat kerajinan gerabah dan di Museum Wayang pengunjung dapat belajar memainkan alat musik gamelan Jawa yang tersedia lengkap.

Bagian Umum Museum Tekstil, di Tanah Abang, Mis Ari yang ditemui di sela Museum Tour menerangkan, pihaknya menyediakan kain dan sarana membatik bagi pengunjung agar dapat mengenal langsung tradisi budaya bangsa.  

"Kita memiliki 1.700 koleksi langka yang tidak ada duanya di dunia. Kita juga menanam 30 tanaman asli Indonesia yang dijadikan bahan baku pewarnaan alami. Kain batik dari Sumatera, Jawa hingga Papua dapat dilihat. Juga dipamerkan pakaian dari kulit kayu yang masih dibuat hingga kini," kata Ari.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau