JAKARTA, SABTU - Sebanyak 30.000 tiket musem gratis di lima musem di DKI Jakarta disediakan bagi pelanggan Starbucks Coffee se-Jabodetabek sejak 15 Juli hingga 14 Agustus 2008.
Manajer Komunikasi PT Sari Coffee, Yuflinda Susanta yang ditemui di sela kunjungan Museum Tour, Sabtu (26/7) menjelaskan, pemberian tiket tersebut merupakan pelayanan masyarakat sekaligus membangkitkan kecintaan terhadap warisan budaya dan sejarah Indonesia.
"Kita sudah bekerja sama dengan pemerintah menyediakan tiket gratis untuk mengunjungi Museum Nasional, Museum Tekstil, Museum Sejarah Jakarta, Museum Seni Rupa dan Keramik dan Museum Wayang. Seluruh gerai Starbucks juga menyediakan brosur gratis lima museum yang terlibat program. Hal terpenting yang hendak dicapai adalah menimbulkan kecintaan dan kebanggaan sebagai orang Indonesia yang dapat timbul setelah mengetahui koleksi museum di Jakarta," kata Yuvlinda.
Selain itu, Starbucks menyiapkan buku panduan gratis museum tersebut yang disediakan di seluruh gerai se-Jabotabek. Kedai keliling juga disediakan di Kota Tua Jakarta sepanjang akhir pekan selama masa promosi berlangsung.
Menurut Yuvlinda, pihaknya sedang menjajaki kemungkinan untuk membuka bisnis di Kota Tua sebagai bagian dari revitalisasi kawasan bersejarah tersebut.
Terobosan Museum
Museum yang terlibat program diketahui menyimpan maha-karya seni-rupa dan peradaban yang bernilai sangat tinggi. Pengelola museum membuat terobosan dengan memberi pengunjung kesempatan berinteraksi dan menjadi bagian dari sejarah seperti di Museum Tekstil para tamu boleh belajar membatik langsung di tempat. Demikian pula di Museum Seni Rupa dan Keramik disediakan tanah liat dan sarana membuat kerajinan gerabah dan di Museum Wayang pengunjung dapat belajar memainkan alat musik gamelan Jawa yang tersedia lengkap.
Bagian Umum Museum Tekstil, di Tanah Abang, Mis Ari yang ditemui di sela Museum Tour menerangkan, pihaknya menyediakan kain dan sarana membatik bagi pengunjung agar dapat mengenal langsung tradisi budaya bangsa.
"Kita memiliki 1.700 koleksi langka yang tidak ada duanya di dunia. Kita juga menanam 30 tanaman asli Indonesia yang dijadikan bahan baku pewarnaan alami. Kain batik dari Sumatera, Jawa hingga Papua dapat dilihat. Juga dipamerkan pakaian dari kulit kayu yang masih dibuat hingga kini," kata Ari.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang