JAKARTA, SENIN - Perwakilan Kongres Advokat Indonesia (KAI) mendatangi Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid di Jakarta, Senin (28/7). KAI meminta Ketua MPR mampu bersikap bijaksana menanggapi konflik antara Peradi (Perhimpunan Advokat Indonesia) dan KAI mengenai sengketa status hukum keduanya.
Peradi yang sebelumnya menjumpai Ketua DPR Agung Laksono mengklaim sebagai satu-satunya wadah para advokat Indonesia. Hal ini kemudian didukung penuh oleh Ketua DPR dan Menteri Hukum dan HAM (Menhukkam) Andi Mattalata.
Presiden KAI Indra Sahnun Lubis mengatakan, cita-cita penerapan keadilan dalam hukum Indonesia selama ini tidak dapat dicapai melalui Peradi. Bahkan praktik suap dalam peradilan makin merajalela. Indra juga menyayangkan sikap Ketua DPR dan Menhukham yang tidak hanya mendengarkan sepihak dari Peradi. "Sebenarnya yang buat cikal bakal adalah Menhukham. Masalahnya kalau dia ditemui Peradi, harusnya hubungi kami dong. Bapak panggillah Peradi agar tak mendengarkan sepihak dari kami," ujar Indra di depan Ketua MPR di Jakarta, Senin (28/7).
Hal ini juga ditegaskan oleh Wakil Presiden KAI Todung Mulya Lubis mengharapkan Ketua MPR dapat bersikap bijaksana, mengembangkan sikap tidak memihak dan mendudukkan persoalan dengan adil. "Kebebasan berorganisasi dijamin kok oleh UU sehingga Peradi tak bisa mengklaim mereka satu-satunya sehingga kami (KAI) tidak," ujar Todung.
Ketua MPR Hidayat Nur Wahid sepakat bahwa kebebasan berorganisasi dijamin dengan jelas oleh UUD 1945. Namun Hidayat menyadari dirinya tidak dalam kapasitas menyebutkan mana lembaga yang sah. "Kembali saja kepada keseluruhan perundangan yang ada, ada UUD, ada UU advokat, ada fatwa MK, ada keputusan MK, ini semuanya dapat dijadikan rujukan untuk menyelesaikan permasalahan," ujar Hidayat.
Bahkan Hidayat melihat karena kita tidak lagi hidup pada era serba tunggal. Jika perundangan memungkinkan akan pluralitas, lakukanlah dengan baik, kata Hidayat. Hidayat juga meminta semua pihak eksternal tidak mencampuri masalah keduanya dan berharap KAI serta Peradi dapat duduk bersama membicarakan masalah ini. "Kalau saat ini PKB sedang menuju islah, saya harap rekan-rekan dan Peradi juga bisa," ujar Hidayat disambut tawa para anggota KAI. (LIN)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang