Golkar Belum Berpikir Beri Sanksi pada Yuddy Chrisnandy

Kompas.com - 28/07/2008, 17:09 WIB

JAKARTA, SENIN - Ketua DPP Golkar Agung Laksono mengatakan Golkar belum berpikir kemungkinan mengeluarkan sanksi apapun kepada Yuddy Chrisnandy  yang telah mendeklarasikan diri menjadi calon presiden padahal partai belum mengeluarkan keputusan. "Belum sampai ke arah sana, kita jangan terlalu serius dulu menanggapinya. Yang penting partai belum ada keputusan tentang capres. Kalau ada yang mengaku, boleh-boleh aja," ujar Agung di Jakarta, Senin (28/7). 

Menanggapi inisiatif Yudi ini, Agung merasa tak begitu bermasalah. Agung menyerahkan saja semuanya kepada mekanisme survei seperti yang telah disepakati dalam partai. "Mungkin dia merasa dirinya besar, boleh-boleh aja. Tapi tidak tertutup kemungkinan Yudi mencalonkan dirinya lewat Golkar karena semuanya melalui mekanisme survei," tandas Agung. 

Sebelumnya, Partai Golkar memang memberlakukan mekanisme survei untuk memilih calon presiden. Sejumlah nama akan dilempar ke publik dan publik akan menentukan pilihan mereka. Nama-nama yang berada di tingkat terataslah yang akan diajukan sebagai capres dan cawapres. "Konvensi tidak pas lagi buat kami. Konvensi itu sifatnya introvert padahal yang memilih Golkar itu banyak yang di luar. Jangan pkir menang di konvensi, menang di masyarakat," ujar Agung.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau