JAKARTA, SELASA - Usai perhelatan akbar pemilihan umum 2009, World Ocean Conference (WOC) 2009 akan dijalankan, meski dikhawatirkan tidak dapat berjalan lancar. Hal itu ditepis oleh Direktur Jenderal Hukum dan Perjanjian Internasional Departemen Luar Negeri RI (Deplu RI) Eddy Pratomo dalam press gathering di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (29/7).
"Ini pertama kalinya Indonesia menjadi inisiatif pertama yang mengagas penyelamatan dunia dengan melihat laut sebagai titik pijak dan orientasi," ujarnya. Dikatakan juga Staf Ahli Menteri Bidang Kebijakan Publik DKP Gellwyn Jusuf, laut adalah dua per tiga bagian dari permukaan bumi yang memiliki peranan penting dalam perubahan iklim dunia.
"Sejumlah ilmuwan menyebut laut adalah gudang karbon (carbon sink) yang terbukti lebih ampuh menyerap emisi gas. Terkait dengan wilayah kepulauan Indonesia, ada penelitian pulau-pulau kecil yang kita miliki bisa hilang bila pemanasan global semakin menjadi. Agenda ini juga akan digagas," tuturnya.
Ia menegaskan tidak ada maksud khusus dari pemerintah untuk penyelenggaraan konferensi tersebut selain untuk menitikberatkan pada permasalahan kelautan."Tidak ada itu isu menghabiskan jatah hutang pemerintah sekarang atau apa, karena pendanaan kita juga mendapat hibah sekitar US $ 200 juta dari beberapa negara yang mendukung.," tandasnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang