PADANG, RABU - TNI AL menyiagakan seribu personel dan siap dilibatkan dengan instansi terkait di kabupaten dan kota di Sumbar untuk menangani bencana alam, longsor, banjir, gempa bumi dan masalah di laut.
"Keterlibatan TNI, mendesak terkait penanggulangan bencana adalah tanggung jawab bersama pemerintah pusat, daerah, TNI dan partisipasi masyarakat," kata Komandan Lantamal II Teluk Bayur, Padang, Laksamana Pertama Husin, di Padang, Selasa (29/7).
Husin mengatakan hal itu pada rangkaian Lokakarya RPB Sumbar 2008-2012, dihadiri ratusan peserta Kepala Bappeda kabupaten/kota, Kepala SATLAK-PB kabupaten/kota, kepala dinas dan instansi terkait Provinsi Sumatera Barat, serta pimpinan media massa, LSM, perguruan tinggi, asosiasi profesi.
Menurut Husin, pihaknya setiap saat telah menyiagakan seribu personel beserta kelengkapan kapal patroli dan helikopter pada empat provinsi, yang beroperasi mulai dari Simeulue hingga Pulau Enggano. "Jangan ragu, libatkan TNI, sebab SDM dan kapal-kapal kita juga sudah disiapkan," katanya lagi.
Penanggulangan bencana, lanjut Husin, satu tindakan memberikan perlindungan pada masyarakat dan
mengurangi resiko dari ancaman bencana. "Terkait Provinsi Sumbar bisa disebut sebagai wilayah Laboratorium Bencana Khususnya Bencana alam karena berada pada lokasi geografis yang unik dan rawan bencana alam antara lain letusan gunung api, gempa, tsunami, banjir galodo dan angin ribut, " katanya.
"Karenanya kita terus menyiapkan dua satuan batalyon yang siaga tiap minggu dan dua Satuan
Setara Kompi (SSK) yang siaga tiap hari," tambah Husin.