JAKARTA, JUMAT - Dinas Perhubungan DKI Jakarta telah menentukan Transit Oriented Development (TOD) atau pembangunan transportasi terintegrasi dalam masterplan Transportation Demand Management (TDM). Sistem transportasi Jakarta akan ditata ulang meski diakui penerapannya akan menemui banyak kendala.
Hal tersebut disampaikan Syafrin Liputo, Kepala Seksi Bus Kota dan Perkotaan Dishub DKI Jakarta usai Focus Group Discussion tentang "Integrasi Manajemen Angkutan Massal di Jakarta" di Gedung Prasada, Jl Suryopranoto, Jakarta, Jumat (1/8).
Ia mengatakan realisasi konkret dari TOD adalah pembangunan bus transjakarta. Saat ini Dishub sedang melakukan pembangunan sistem feeder busway yang terintegrasi dengan sistem busway sebagai solusi untuk mewujudkan TOD secara keseluruhan.
"Berbagai kendala memang masih dihadapi terutama masalah tumpang tindih dengan moda angkutan publik yang lain," tuturnya. Ia menjelaskan Dishub sedang menata ulang operasional bus-bus kecil, sedang, maupun besar yang satu jalur dengan busway.
"Memang akan dilakukan pengurangan jumlah bus yang beroperasi, tetapi yang jelas sedang ditata ulang," tukasnya. Ia menjelaskan pengurangan bus besar hanya ada pada jaringan utama, bus sedang akan beroperasi di jalur cabang, dan bus kecil di jaringan ranting jalan wilayah tertentu. Kita sedang arahkan kesana dan targetnya sudah bisa dilihat pada 2010 nanti," tandasnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang