Penerbangan Terpukul

Kompas.com - 07/08/2008, 06:09 WIB

PARIS, SELASA - Tingginya harga minyak belakangan ini telah memukul berbagai maskapai penerbangan dunia. Perusahaan penerbangan harus membayar lebih banyak untuk pengeluaran bahan bakar. Berbagai upaya dilakukan agar perusahaan penerbangan tetap beroperasi.

Pada semester pertama ini, rata-rata harga minyak sudah mencapai 132 dollar AS per barrel, berarti naik 60 persen dibandingkan dengan harga rata-rata pada periode yang sama tahun 2006. Porsi biaya bahan bakar juga naik dari 30-an persen menjadi 45 persen dari total biaya operasional penerbangan. Semua maskapai besar atau kecil dunia merasakan pengaruh kenaikan harga minyak ini.

Awal pekan ini, Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA) menyatakan jumlah orang yang bepergian menggunakan penerbangan turun ke titik terendah dalam lima tahun terakhir. Ini terjadi akibat penurunan pertumbuhan ekonomi global.

Perusahaan penerbangan Air France-KLM (Perancis-Belanda) di Paris, Selasa (5/8), menyatakan akan menekan pengeluaran karena kenaikan harga minyak dan laba yang terus menurun.

Perusahaan penerbangan terbesar di Eropa itu akan menekan pengeluaran sebesar 296 miliar dollar AS (sekitar Rp 2,7 triliun) sehingga total penghematan yang diharapkan tahun ini sebesar 965 miliar dollar AS (Rp 8,9 triliun).

Air France-KLM mengatakan, laba bersih pada periode April hingga Juni tercatat sebesar 262 juta dollar AS atau Rp 2,4 miliar dollar AS, turun 59 persen dari tahun sebelumnya karena kenaikan harga minyak.

Pekan lalu, British Airways mengatakan laba bersih turun hingga 90 persen pada periode April hingga Juni. Maskapai penerbangan Jerman, Lufthansa, melaporkan penurunan laba bersih 60 persen.

Kurangi rute

Keadaan serupa juga menimpa maskapai kedua terbesar Jepang, All Nippon Airways (ANA). Perusahaan itu akan menghapus beberapa rute. Langkah serupa sudah diungkapkan oleh pesaingnya, Japan Airlines (JAL). ANA akan menghapus dua rute internasional, dari Chubu ke Taipei dan dari Kansai ke Guam. Satu rute domestik dari Nagasaki ke Okinawa juga akan dihapus.

JAL akan memangkas 12 rute domestik dan lima rute internasional, termasuk rute Kansai ke London. ”Kami sedang mengkaji ulang rute-rute karena kenaikan harga minyak,” kata juru bicara JAL.

Maskapai Hongkong, Cathay Pacific, juga menderita kerugian sebesar 85 juta dollar AS pada semester pertama 2008. ”Perubahan dramatis keberuntungan kami disebabkan satu faktor, harga minyak,” kata CEO Cathay Christopher Pratt.

Selain Cathay, perusahaan penerbangan yang juga berbasis di Hongkong, Oasis, telah gulung tikar pada awal tahun ini.

Maskapai Polandia, Polish, yang dimiliki oleh negara juga merugi 104 juta-132 juta dollar AS pada semester pertama ini karena alasan yang sama.

Rentetan derita juga dialami maskapai-maskapai besar AS, seperti JetBlue, yang terpaksa menaikkan harga tiket. Akhir pekan lalu US Airways sudah mengumumkan kenaikan harga tiket. American Airlines (AA) dan United Airlines sudah menaikkan harga tiket terlebih dahulu.

Hal ini belum cukup untuk mengatasi beban biaya penerbangan. Karena pengurangan rute penerbangan, AA dan para pilotnya kini sedang mencari solusi untuk mencegah terjadinya PHK. AA, terbesar di AS, sudah mengurangi rute sejak September 2007.

Agar tidak terjadi PHK, setiap pilot AA dibatasi untuk bekerja hanya 78 jam terbang dalam sebulan.

Terbitkan obligasi

Maskapai Taiwan, China Airlines Ltd, merencanakan mengeluarkan obligasi konversi senilai 5 miliar dollar Taiwan pada kuartal keempat. China Airlines juga akan mengeluarkan saham baru untuk menambah modal dan membiayai keperluan operasionalnya. Demikian disampaikan oleh Vice President for Finance John Chang.

Pemimpin China Airlines Philip Wei bulan lalu mengatakan, maskapai penerbangan itu perlu menambah modal untuk menutupi kerugian kuartalan. Dia mengatakan, maskapai terbesar dari Taiwan itu diharapkan dapat menutupi kerugiannya karena kenaikan harga minyak dan persaingan yang semakin ketat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau