JAKARTA, KAMIS - Pengungkapan keaslian suara terdakwa kasus dugaan suap jaksa Kejaksaan Agung terkait kasus penyelidikan Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) Urip Tri Gunawan mengadopsi suatu metode identifikasi forensik dari Amerika Serikat (AS).
Ahli Akustik dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Joko Sarwono mengungkapkan hal tersebut saat berlangsungnya persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Kamis (7/8).
Menurut Joko metode tersebut menggunakan source filter model. Model ini memilah-milah suara berdasarkan sistem pengubah suara. Untuk menjalankan metode ini, sampel dibagi menjadi dua, data tak diketahui identitasnya (unknown sample) dan data dengan identitas jelas (known sample).
Pada known sample dipilih suara sumber yang menyebutkan nama dan identitasnya sendiri. "Lalu, sampel suara yang diucapkan salah satunya harus disebut lebih dari satu kali. Akhirnya, terpilih 15 pasang kata sampel uji untuk dibandingkan satu sama lain," jelas Joko.
Dia mengaku sangat berhati-hati dalam memilih sampel kata tersebut. Sebab, emosi dan keadaan lingkungan, dapat mempengaruhi analisis suara.
Saat mendengarkan sampel tersebut, dia memilih berada di ruang tertutup untuk menghindari noise (gangguan) dan menggunakan headphone yang dirancang khusus. Oleh karena itu, dia yakin percakapan tersebut lebih dari 90 persen suara Urip Tri Gunawan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang