115 HIV/AIDS di Balikpapan Akibat Narkoba

Kompas.com - 09/08/2008, 00:35 WIB

BALIKPAPAN, JUMAT - Sebanyak 115 penderita HIV/AIDS di Balikpapan tertular melalui jarum suntik pengguna Narkoba. "Mereka tertular HIV/AIDS karena menggunakan jarum suntik Narkoba secara bergantian," kata Ketua Badan Narkotika Kota (BNK) Balikpapan, Rizal Effendi di seminar kepemudaan tentang Narkoba dan AIDS di hotel Le Grandeuer Balikpapan, Jumat (8/8).

Dari data 2007 menyebut jumlah penderita HIV/AIDS yang terindikasi pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Balikpapan sebanyak 253 orang. "Sebanyak 53 orang di antaranya meninggal dunia akibat HIV/AIDS," kata Rizal, yang juga menjabat Wakil Walikota Balikpapan.

Selain itu, sisanya para penderita HIV AIDS tertular karena hubungan seksual dengan berganti-ganti pasangan serta kaum homo seksual (gay). "Sebenarnya masih ada penderita HIV/AIDS lain di Balikpapan, namun pihak melaporkannya karena alasan malu," ujarnya.

Maka untuk menghindari merebaknya penyalahgunaan Narkoba di kalangan generasi muda, pihak BNK Balikpapan melakukan beberapa alternatif yakni pencegahan, penindakan dan rehabilitasi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau