JAKARTA, RABU — Untuk menanggulangi kemacetan yang terjadi di Ibu Kota, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tetap akan menaruh perhatian utama pada pembangunan sarana transportasi umum yang memadai. Salah satu cara yang bakal ditempuh adalah mengganti transportasi umum berbasis bus, dengan transportasi berbasis rel, misalnya kereta api bawah tanah (subway).
Menurut Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, pengerjaan proyek subway akan dimulai tahun 2009. "Saya jadwalkan pengerjaan infrastruktur subway sudah dapat dimulai awal tahun 2009 atau pertengahan tahun 2009," ungkap Fauzi dalam acara Temu Wicara "Menuju Jakarta Sukses, Aman, dan Sejahtera" di Balai Kota, Jakarta, Rabu (13/8).
Menurut Fauzi, untuk mencapai proyeksi tersebut bukan perkara mudah. Dibutuhkan kerja sama dari seluruh masyarakat dan instansi terkait. "Pekerjaan tidak mudah sebab kereta api di luar kekuasaan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Tapi nantinya, kita akan terus melakukan koordinasi dan kerja sama dengan PT Kereta Api Indonesia untuk pengadaan transportasi massal berbasis rel di Jakarta," ungkapnya.
KA dipilih sebagai alternatif karena memiliki daya angkut penumpang yang jauh lebih besar dibandingkan bus. "Jadi, cara perhitungan akan menjadi lebih efisien dalam penggunaan bahan bakar minyak dan juga mengurangi tingkat polusi di Ibu Kota yang semakin parah," terangnya.
Ia berharap, dengan beroperasinya subway juga akan menekan tingkat kemacetan yang terjadi di Jakarta. "Tahu sendiri kan sekarang harga minyak tinggi. Di samping itu persediaannya juga semakin menipis. Dengan adanya subway, masalah tersebut akan teratasi," ujar Fauzi.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang