Urip Cabut BAP Uang 660.000 Dollar untuk Bisnis Permata

Kompas.com - 14/08/2008, 14:29 WIB

JAKARTA, KAMIS- Setelah ditangkap KPK karena menerima 660.000 dollar AS, jaksa Urip Tri Gunawan mengaku uang tersebut untuk bisnis permata. Namun setelah disidang, Urip mencabut berita acara pemeriksaannya (BAP) yang menyebut uang tersebut untuk bisnis permata.

Dalam BAP-nya, Urip mengatakan bahwa pada 2 Maret 2008 atau sesaat sebelum ditangkap KPK, dirinya akan menjual satu set permata milik Yuli (temannya) untuk menyerahkan permata kepada Artalyta Suryani. "Keterangan itu sudah saya cabut sewaktu diperiksa KPK," tegas Urip saat diperiksa sebagai terdakwa di Pengadilan Tipikor,Jakarta, Kamis (14/8).

Urip tetap bersikukuh, bahwa uang tersebut adalah pinjaman yang diberikan oleh Artalyta untuk usaha perbengkelan di Cikampek. Proposal untuk usaha perbengkelan, diajukan Urip sejak November 2007. Barulah pada bulan Maret tersebut, Artalyta memberikan pinjaman kepada Urip.

Kepada hakim Ahmad Linoh, Urip mengaku bahwa dalam pembicaraan telepon beberapa hari sebelum ditangkap KPK dengan Artalyta yang isinya menyebut-nyebut angka enam yang tak lain Rp 6 miliar. Urip juga mengakui bahwa ia mengatakan kepada Artalyta semuanya telah beres seperti yang dibicarakan sebelumnya.

Apakah dana 660.000 dollar AS itu sebagai uang lelah? "Tidak yang mulia," tegas Urip. Hakim Linoh pun lantas mengatakan bahwa itu adalah hak Urip untuk menyangkal, namun hakim akan menjadi pertimbangan hakim.

Saat ditanyakan apakah sebagai pegawai negeri sipil (PNS) boleh menerima uang, Urip mengatakan bahwa dalam UU Pemberantasan Korupsi diatur tentang gratifikasi. Jadi penerimaan uang ini bertentangan dengan asas kepatutan? "Saya tidak bisa menilai patut atau tidaknya," lanjut Urip.

Urip justru mengatakan, bahwa pinjaman tersebut diberikan karena dirinya memiliki hubungan baik dengan Artalyta. "Saya tidak tahu apakah pinjaman itu adalah uang terimakasih karena saya tidak pernah menganggu-ganggu, saya tidak bisa menilai," tegas Urip. (Persda Network/Yuli Sulistyawan)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau