Zivanna Rebut Mahkota Puteri Indonesia

Kompas.com - 16/08/2008, 00:14 WIB

JAKARTA, JUMAT - Riuh tepuk, tiupan terompet, dan teriakan penonton mengiringi penobatan Zivanna Letisha S sebagai Puteri Indonesia 2008 di Plenary Hall, Jakarta Convention Center, Jumat (15/8) malam. Gelar ini ditandai dengan penyerahan mahkota oleh Puteri Indonesia 2007, Putri Raemawasti yang didampingi Miss Universe 2008, Dayana Mendoza. Zivanna yang adalah finalis DKI 6 berhasil menyisihkan 37 finalis lainnya yang ikut serta dalam Pemilihan Puteri Indonesia (PPI) 2008.

Dengan gelar tersebut Zivanna bakal mewakili Indonesia di ajang Miss Universe 2009. Dia juga berhak atas sejumlah hadiah yang telah disiapkan Yayasan Puteri Indonesia (YPI) bersama para sponsor.

Sedangkan finalis asal Bali Ayu Diandra Sari yang menjadi runner up I akan mewakili Indonesia di ajang Miss Internasional 2009. Dan runner II yang diraih Anggi Mahesti membawa dara asal Daerah Istimewa Yogyakarta ini ke ajang Miss Asia Pasific 2009.

Putri K Wardani, pembina YPI, mengatakan PPI 2008 sedikit berbeda dengan sebelumnya. Tahun ini, sejumlah finalis berkesempatan mendapatkan beasiswa menuju jenjang pascasarjana (S2) dari program pascasarjana ilmu manajemen UI (PPIM-UI).

Beasiswa khususnya akan diraih finalis yang dinobatkan sebagai Puteri Intelegensia I, Puteri Intelegensia II, dan Puteri Intelegensia III.

"YPI berupaya untuk peka terhadap kebutuhan aktual dan kondisi bangsa ini, dimana kaderisasi calon pemimpin merupakan sebuah kelangkaan, dan kami ingin menjembatani hal itu," kata Putri dalam sambutannya di Plenary Hall, JCC, Jumat (15/8) malam.

PPI 2008 digelar dengan mengambil tema Pancarkan Cantikmu Melalui Karya bagi Negeri dan Pelestarian Persada Nusantara.

Harapan serupa diungkapkan Menteri Pemberdayaan Perempuan Meutia Hatta dan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik di kesempatan berbeda. Meutia berharap PPI mampu mengangkat derajat perempuan.

Sedangkan Jero Wacik berpesan agar Juara PPI 2008 yang bakal ikut serta ke ajang internasional bisa turut menunjukkan kalau Indonesia adalah bangsa yang berbudaya.

Saat Malam Grand Final PPI 2008 tadi malam, para finalis tampil memukau dengan menggunakan rancangan karya anak bangsa, seperti cocktail dress dari Allure saat opening untuk mengangkat citra batik.

Mereka yang baru melewati masa karantina selama 10 hari turut mengenakan perhiasan dari emas putih PLG. Dan Puteri Indonesia 2008 yang terpilih akan berkesempatan mengenakan mahkota bertahta batu-batuan asli Indonesia, berlapiskan emas putih PLG dari Hartono Wira Tanik.

Disusul gaun malam cantik dari Gregorius Vici, para finalis kemudian melewati babak kualifikasi pertama di malam grand final. Hasilnya 10 finalis lolos ke babak berikutnya yang bakal diisi dengan menjawab pertanyaan dari dewan juri.

Mereka yang lolos ke 10 besar antara lain finalis asal Sumatera Utara, empat finalis asal DKI Jakarta, yaitu DKI 1, 3, 4, dan 6, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Sulawesi Utara, dan Gorontalo.

Sementara itu, yang menjadi juri tadi malam yaitu Kusumadewi Sutanto (Ahli Kecantikan), Annie Savitri Baskoro (Direktur Taman Sari Royal Heritage Spa), DR. Dewi Motik Pamono, Msi. (Pengusaha, Aktivis Sosial, Dosen), Guruh Soekarno Putra, DR. Sapta Nirwandar (Direktur Jenderal Pemasaran Departemen Kebudayaan dan Pariwisata), DR. Triyadi (Direktur Pendidikan Kesetaraan Departemen Pendidikan Nasional)

Ada pula Dian M Soedarjo (PT Mugi Rekso Abadi Media Group), Emirsyah Satar (Direktur Garuda Indonesia), Artika Sari Devi (Puteri Indonesia 2004), Ruslan Prijadi, Phd (Ketua Program Pasca Sarjana IImu Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia), dan Dra Sofinas Z Asaari (Asisten Deputi Urusan Sosial dan Lingkungan Kementrian Pemberdayaan Perempuan). (Persda Network/mun)

Foto-foto lihat di: KOMPAS IMAGES

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau