BANGKALAN, JUMAT - Warga Bangkalan, Madura, Jawa Timur, mulai kesulitan membeli minyak tanah, setelah sebelumnya banyak warga Surabaya memborong Mitan ke wilayah tersebut.
"Saya sudah keliling lima penjual Mitan, tapi semuanya sudah habis. Katanya diborong pembeli dari Surabaya dan kiriman belum datang", kata Yatik (37), seorang ibu rumah tangga di jalan Trunojoyo Bangkalan, Jumat (15/8).
Untuk mendapatkan minyak tanah, sebagian warga ada yang terpaksa membeli ke pedesaan, bahkan ada pula yang membeli ke kabupaten lain di Sampang. Seperti diakui Samsuri, warga Desa Blega, Kecamatan Blega, Bangkalan.
Karena ingin mendapatkan sedikitnya 15 liter minyak tanah untuk kebutuhan hajatan saudaranya, Samsuri terpaksa membeli Mitan ke kota Sampang. "Meski harganya di sana tidak naik. Tapi sampai di sini mahal juga. Soalnya ongkos angkutnya pulang pergi kesana sudah Rp 5.000," kata Samsuri mengeluh.
Aksi borong Mitan yang dilakukan warga Surabaya ke wilayah kabupaten Bangkalan tersebut, karena di Surabaya sudah sepekan lebih Mitan langka. Akibatnya, mereka terpaksa membeli ke kabupaten Bangkalan, meski tindakan mereka itu melanggar hukum.
Sementara Polsek Bangkalan, terpaksa mengamankan 40 orang pemborong Mitan dengan barang bukti sebanyak 4.200 liter Mitan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang