4.200 Liter Mitan Diamankan

Kompas.com - 16/08/2008, 01:14 WIB

BANGKALAN, JUMAT - Warga Bangkalan, Madura, Jawa Timur, mulai kesulitan membeli minyak tanah, setelah sebelumnya banyak warga Surabaya memborong Mitan ke wilayah tersebut.

"Saya sudah keliling lima penjual Mitan, tapi semuanya sudah habis. Katanya diborong pembeli dari Surabaya dan kiriman belum datang", kata Yatik (37), seorang ibu rumah tangga di jalan Trunojoyo Bangkalan, Jumat (15/8).

Untuk mendapatkan minyak tanah, sebagian warga ada yang terpaksa membeli ke pedesaan, bahkan ada pula yang membeli ke kabupaten lain di Sampang. Seperti diakui Samsuri, warga Desa Blega, Kecamatan Blega, Bangkalan.

Karena ingin mendapatkan sedikitnya 15 liter minyak tanah untuk kebutuhan hajatan saudaranya, Samsuri terpaksa membeli Mitan ke kota Sampang. "Meski harganya di sana tidak naik. Tapi sampai di sini mahal juga. Soalnya ongkos angkutnya pulang pergi kesana sudah Rp 5.000," kata Samsuri mengeluh.

Aksi borong Mitan yang dilakukan warga Surabaya ke wilayah kabupaten Bangkalan tersebut, karena di Surabaya sudah sepekan lebih Mitan langka. Akibatnya, mereka terpaksa membeli ke kabupaten Bangkalan, meski tindakan mereka itu melanggar hukum.

Sementara Polsek Bangkalan, terpaksa mengamankan 40 orang pemborong Mitan dengan barang bukti sebanyak 4.200 liter Mitan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau