Sepakbola olimpiade

Sukses Balas Dendam, Brasil ke Semifinal

Kompas.com - 16/08/2008, 21:26 WIB

SHENYANG, SABTU - Striker Rafael Sobis dan defender Marcelo memastikan Brasil ke semifinal cabang olahraga sepakbola Olimpiade Beijing 2008. Gol dari masing-masing pemain tersebut pada babak perpanjangan waktu membuat Selecao menang 2-0 atas Kamerun pada laga yang berlangsung Sabtu (16/8).

Tim Samba meraih kemenangan itu dengan sangat susah payah. Meskipun unggul jumlah pemain sejak menit ke-51 karena Albert Baning diusir keluar lapangan, namun Ronaldinho dkk mengalami kebuntuan untuk menjebol gawang Kamerun. Skor 0-0 bertahan sampai waktu 2x45 menit selesai.

Alhasil, pemenang duel untuk memperebutkan tiket menuju semifinal ini harus dilanjutkan dengan babak perpanjangan waktu. Ketika pertandingan memasuki menit ke-101, Sobis membuat kubu Brasil bersorak kegirangan karena dia membuat gol untuk mengubah skor jadi 1-0.

Keunggulan itu membuat semangat para pemain Brasil semakin terpicu. Tak menunggu waktu lama, hanya berselang empat menit mereka telah menambah satu gol lagi lewat tendangan Marcelo dari luar kotak penalti, sekaligus menyegel kemenangan 2-0 untuk Brasil.

Keberhasilan melaju ke semifinal ini semakin menguak harapan Brasil untuk mengakhiri kutukannya di Olimpiade. Pasalnya, negara yang sudah lima kali menjadi juara Piala Dunia tersebut belum sekalipun menyabet emas di pesta olahraga terbesar sejagad ini. Bahkan setelah menembus semifinal di Olimpiade Atlanta 1996, mereka tak pernah mengulangi prestasi tersebut.

Memainkan partai balas dendam ini, Brasil tampak sangat antusias. Ronaldinho dkk menampilkan permainan agresif untuk melumat Kamerun yang pada Olimpiade 2000 menyingkirkan Brasil di perempat final, juga melalui babak perpanjangan waktu--Ronaldinho juga masuk skuad yang tersingkir itu.

Di hadapan lebih dari 41 ribu penonton yang memadati Shenyang Olympic Stadium, mereka memeragakan permainan indah dan menghibur. Meskipun demikian, tim besutan Carlos Dunga itu tak mampu meruntuhkan tembok pertahanan Kamerun yang dibangun sangat kokoh.

Brasil mulai bermain lebih bagus lagi ketika Baning dikartumerah pada menit ke-51. Namun, lagi-lagi Selecao tetap kesulitan mencetak gol meskipun banyak peluang emas yang diperoleh. Dan, hasil imbang tanpa gol bertahan sampai waktu normal selesai.

Pada 15 menit pertama babak perpanjangan waktu, Brasil menemukan celah untuk membobol gawang Kamerun. Sobis yang mendapat kesempatan sebagai starter menggantikan striker AC Milan, Alexandre Pato, memaksimalkan umpan Diego pada menit ke-101. Dia melewati pemain belakang dan melepaskan tembakan yang tak bisa ditahan kiper Kamerun, Armour Tignyemb.

Empat menit berselang, giliran Marcelo yang menyumbang gol. Mendapat umpan dari Thiago Neves, pemain belakang tersebut tak banyak menghabiskan waktu untuk menggocek si kulit bundar. Dari luar kotak penalti, dia melepaskan tendangan keras dengan kaki kanan dan bola tak bisa dihalau Tignyemb, sehingga skor pun menjadi 2-0 yang bertahan sampai pertandingan selesai.

Pertandingan ini berlangsung sangat keras. Buktinya, wasit harus mengeluarkan 12 kartu kuning, masing-masing lima untuk pemain Brasil dan tujuh untuk pemain Kamerun.

Sekarang, Brasil harus konsentrasi penuh menghadapi partai semifinal. Pasalnya, di babak empat besar nanti mereka bakal menghadapi lawan yang sangat sulit, yakni pemenang antara duel Argentina vs Belanda.

Sepanjang keikutsertaannya di Olimpiade, Brasil belum pernah meraih emas untuk cabang olahraga sepakbola. Prestasi terbaik adalah menyabet medali perak sebanyak dua kali, yakni tahun 1984 dan 1988. Di Atlanta 1996, Brasil hanya menyabet perunggu.

Sementara itu, Kamerun sudah sekali menyabet emas. Pada Olimpiade 2000, mereka menang 5-3 atas Spanyol lewat drama adu penalti. (AP/LOU)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau