BEIJING, SABTU - Medali emas bulutangkis ganda putra yang diperoleh Markis Kido/Hendra Setiawan usai mengalahkan Cai Yun/Fu Haifeng (China) di final, Sabtu (16/8), menjadi persembahan terindah dari kedua pemain itu kepada bangsa Indonesia. Mereka menegaskan, emas itu sebagai hadiah bagi ulang tahun kemerdekaan Indonesia.
"Kami senang bisa mempersembahkan medali emas pertama untuk Indonesia di Olimpiade Beijing. Ini hadiah untuk kemerdekaan Indonesia besok, juga hadiah yang manis untuk kami berdua, karena sama-sama lahir di bulan Agustus," ujar Kido dalam konferensi pers setelah upacara pengalungan medali.
Kido/Hendra mengalahkan Cai Yun/Fu Haifeng, 12-21, 21-11, 21-16. Tampil serba salah di game pertama, pasangan nomor satu dunia ini sangat gemilang di dua game berikutnya dan menghancurkan perlawanan Cai/Fu yang didukung ribuan penonton.
"Di game pertama, mereka tidak bermain bagus karena terlalu terburu-buru menyerang. Di game kedua kami sepenuhnya di bawah kendali mereka. Tak ada kesempatan untuk menyerang mereka sama sekali," ujar Fu Haifeng mengenai penampilan Kido/Hendra.
"China adalah tempat keberuntungan kami. Di sini kami dua kali juara China Terbuka, 2006 dan 2007, dan di sini juga kami meraih emas Olimpiade. Kemenangan di China Terbuka menambah rasa percaya diri kami saat bermain di sini," ujar Kido.
Medali emas Olimpiade 2008 melengkapi gelar juara dunia 2007 yang diraih mereka di Kuala Lumpur , Malaysia. Keduanya belum memikirkan untuk kembali tampil di Olimpiade London 2012.
"Itu masih jauh. Yang dekat dulu, kami belum pernah juara di All England, sekarang itu target utama kami," ujar Hendra. (WAS)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang