Tiga Pesawat Sukhoi Segera Tiba di Makassar

Kompas.com - 18/08/2008, 06:44 WIB

MAKASSAR, SENIN - Pangkalan TNI AU Hasanuddin, Makassar, September, akan kedatangan lagi tiga pesawat tempur jenis Sukhoi dari Rusia. Tiga pesawat itu adalah bagian dari empat pesawat yang diprogramkan tiba di Makassar pada 2008 ini. Sebelumnya, sejak 2007 empat pesawat serupa telah berbasis di Skadron 11 Lanud Hasanuddin.

Panglima Komando Operasi TNI AU II Marsekal Muda Yushan Sayuti di Makassar, Sabtu (16/8), mengatakan, tiga pilot telah disiapkan untuk mengoperasikan pesawat. "Ketiga pilot itu baru saja mengikuti pendidikan dan pelatihan singkat tiga bulan di Rusia," ujar Yushan Sayuti.

Ketiga pilot tersebut adalah Mayor Pnb Ikoputro (Komandan Skadron Udara 11), Mayor Pnb Dedy Ilham Suryanto, dan Mayor Pnb David Yohan Tamboto.

Menurut Yushan, kedatangan pesawat-pesawat tempur modern yang dibeli dari Rusia ini akan menggantikan empat buah pesawat A-4 Skyhawk yang saat ini tidak diterbangkan lagi. Lanud Hasanuddin bakal lebih fokus mengoperasikan pesawat Shukoi untuk menjaga kedaulatan RI di kawasan timur Indonesia.

"Mengingat pertahanan udara itu tidak bersifat parsial, tentu saja tetap senantiasa saling berkoordinasi dalam skala nasional di bawah naungan Mabes TNI AU," katanya.

Kepala Penerangan Komando Operasi TNI AU II Mayor Sus Sonaji Wibowo menambahkan, sejauh ini pesawat Sukhoi yang ditargetkan berbasis di Makassar semuanya sebanyak 10 pesawat. "Kalau tidak ada perubahan jadwal, empat tambahan di antaranya ditargetkan tiba pada 2008 ini dan dua lainnya pada 2009," kata Sonaji.

Pesawat-pesawat tempur tersebut mempunyai daya jelajah yang lebih jauh, tanpa pengisian bahan bakar di tengah penerbangan. (NAR)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau