Jonathan Melisa Caleg Termuda PDIP

Kompas.com - 18/08/2008, 12:56 WIB

JAKARTA,SENIN - Hingga H-2 pendaftaran bakal calon legislatif, Senin (18/8), baru Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI P) yang datang ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk mendaftarkan balon calegnya ke KPU.

Sekjen PDI-P Pramono Anung dan Ketua Bidang Perempuan DPP PDI P Puan Maharani mendatangi KPU lewat pukul 11 dan langsung melangkah menemui Ketua KPU. Seperti yang dikatakan oleh Ketua Pokja Verifikasi Parpol Komisi Pemilihan Umum (KPU) Andi Nurpati sebelumnya, baru PDI P yang memberikan konfirmasi akan datang mendaftar hari ini.

"Hari ini baru PDI P. Informasi yang lain belum ada. Yang banyak sepertinya besok, karena besok kan terakhir ya. Tapi di daerah sejak hari ke dua sudah banyak yang daftar," ujar Andi Nurpati.

Pramono dan Puan datang beserta 33 boks berisikan 620 berkas balon caleg DPR RI dari 77 daerah pemilihan dengan komposisi 424 caleg pria dan 196 caleg perempuan yang berarti memenuhi ketentuan 30 persen keterwakilan perempuan. "Banyak calon perempuan yang berada di nomor urut 1. Salah satunya Mbak Puan ini," ujar Pramono saat memberikan keterangan kepada pers usai menyerahkan berkas secara simbolik kepada Ketua Pokja Pencalegan KPU Endang Sulastri.

Dapil yang menempatkan perempuan dalam nomor urut 1 antara lain Solo, Wonogiri, Klaten, dan Boyolali. Dari segi usia, balon caleg dengan usia di bawah 50 tahun sebesar 68 persen, yang berusia produktif antara 31-50 tahu. Balon caleg termuda yang didaftarkan berumur 21 tahun atas nama Jonathan Melisa, dan balon caleg tertua berumur 73 tahun atas nama pendiri PDI P Sabam Sirait.

Sejumlah nama tokoh juga dikantongi PDI Psebagai balon caleg andalan, seperti Abdul Hakim dari Garuda Nusantara, cendekiawan muslim Hamid Basayib, artis Miing Bagito, Rieke Dyah Pitaloka, Eddo Kondologit dan Sonny Tulung. Pendaftaran hari ini ditutup pukul 16.00. Sedangkan besok, dimulai pada pukul 08.00 dan tutup pada pukul 24.00.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau