Bayu Gantung Diri Sebelum Ayahnya Datang

Kompas.com - 18/08/2008, 17:15 WIB

MALANG, SENIN - Bayu Hendra Pratama (20), mahasiswa salah satu perguruan tinggi negeri (PTN) di Kota Malang, Jawa Timur, nekat mengakhiri hidupnya  dengan cara bunuh diri.
     
Korban asal Kecamatan Bungkul, Ponorogo, itu ditemukan tewas tergantung di pintu ruang tengah rumah kontrakannya di Jalan Neptunus No 7 Kota Malang, Senin (18/8) oleh orang tua korban, Suyono (45).
     
Suyono datang ke rumah kontrakan anaknya (korban) atas permintaan korban sebelumnya, yang meminta agar ditemani karena tinggal seorang diri. Saat Suyono datang ke rumah kontrakan korban, dirinya langsung mengetuk pintu, namun korban tidak keluar-keluar bahkan sudah ditelepon  berkali-kali melalui handphone, juga tidak ada jawaban sehingga pintu dibuka paksa dengan bantuan petugas keamanan.
     
Pada saat pintu terbuka, mahasiswa semester tiga jurusan Sejarah itu sudah tergantung menggunakan tali kawat. Untuk memastikan penyebab kematiannya, jenazah korban dibawa ke kamar mayat Rumah Sakit Dr.Saiful Anwar (RSSA) Malang.
     
"Saya tidak tahu sama sekali masalah apa yang dihadapi anak saya sehingga nekat mengakhiri hidupnya dengan cara seperti ini. Dia hanya meminta saya datang ke Malang," kata Suyono ketika ditemui di RSSA Malang.
     
Pihak keluarga menolak dilakukan otopsi pada korban dan akan membawa jasad korban langsung pulang ke rumah duka di Ponorogo.
     
Sementara itu, Kapolsekta Lowokwaru Ajun Komisaris Polisi (AKP) Pudjiharto membenarkan adanya kejadian itu bahkan telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) setelah mendapat laporan dari warga.
     
"Dugaan sementara ini, korban bunuh diri karena depresi dan dugaan itu diperkuat dengan isi tulisan dalam buku harian korban," katanya.
     
Sebagai barang bukti, petugas menyita tali kawat, buku harian dan pakaian korban guna memastikan kejadian itu apakah murni bunuh diri atau ada penyebab lainnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau