MALANG, SENIN - Bayu Hendra Pratama (20), mahasiswa salah satu perguruan tinggi negeri (PTN) di Kota Malang, Jawa Timur, nekat mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri.
Korban asal Kecamatan Bungkul, Ponorogo, itu ditemukan tewas tergantung di pintu ruang tengah rumah kontrakannya di Jalan Neptunus No 7 Kota Malang, Senin (18/8) oleh orang tua korban, Suyono (45).
Suyono datang ke rumah kontrakan anaknya (korban) atas permintaan korban sebelumnya, yang meminta agar ditemani karena tinggal seorang diri. Saat Suyono datang ke rumah kontrakan korban, dirinya langsung mengetuk pintu, namun korban tidak keluar-keluar bahkan sudah ditelepon berkali-kali melalui handphone, juga tidak ada jawaban sehingga pintu dibuka paksa dengan bantuan petugas keamanan.
Pada saat pintu terbuka, mahasiswa semester tiga jurusan Sejarah itu sudah tergantung menggunakan tali kawat. Untuk memastikan penyebab kematiannya, jenazah korban dibawa ke kamar mayat Rumah Sakit Dr.Saiful Anwar (RSSA) Malang.
"Saya tidak tahu sama sekali masalah apa yang dihadapi anak saya sehingga nekat mengakhiri hidupnya dengan cara seperti ini. Dia hanya meminta saya datang ke Malang," kata Suyono ketika ditemui di RSSA Malang.
Pihak keluarga menolak dilakukan otopsi pada korban dan akan membawa jasad korban langsung pulang ke rumah duka di Ponorogo.
Sementara itu, Kapolsekta Lowokwaru Ajun Komisaris Polisi (AKP) Pudjiharto membenarkan adanya kejadian itu bahkan telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) setelah mendapat laporan dari warga.
"Dugaan sementara ini, korban bunuh diri karena depresi dan dugaan itu diperkuat dengan isi tulisan dalam buku harian korban," katanya.
Sebagai barang bukti, petugas menyita tali kawat, buku harian dan pakaian korban guna memastikan kejadian itu apakah murni bunuh diri atau ada penyebab lainnya.