PKS Siap Hadang Putra SBY

Kompas.com - 19/08/2008, 22:22 WIB

JAKARTA, SELASA - Jalan putra bungsu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Edhi Baskoro menuju Senayan tidak akan mudah. Edhi Baskoro yang oleh Partai Demokrat diusung sebagai wakil rakyat periode 2009-2014 dan ditempatkan di Dapil VII Jatim meliputi Pacitan, Ponorogo dan Magetan, akan mendapatkan pesaing yang cukup berat.

Setidaknya, sinyal itu sudah dikirimkan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). PKS menempatkan anggota DPRD Jatim yang juga Ketua Dewan Syuriah PKS Jatim, Rofiq Munawar sebagai caleg nomor satu pada Dapil yang sama dengan Edhi Baskoro.

Sekjen PKS, Anis Matta saat menyerahkan daftar bakal calon (balon) anggota legislatif partainya ke KPU, Selasa (19/8) mengatakan, meski Pacitan dan sekitarnya merupakan basis Presiden Yudhoyono yang berarti keuntungan besar bagi Edhi Baskoro, namun PKS tidak khawatir. "Kami optimistis. Insya Allah PKS di sana akan dapat kursi sesuai target," ujar Anis kepada wartawan di kantor KPU, Jakarta.

Anis Matta mengaku bahwa optimistismenya bukan tanpa alasan. Ia yakin, Rofiq Munawar akan mampu merebut simpati warga di Dapil Jatim VII. Menurutnya, Rofiq Munawar punya modal lebih dari cukup untuk bersaing. "Beliau orang Jatim. Anggota dewan syariat dan mengenal wilayah itu dengan baik. Beliau juga relatif dikenal di masyarakat setempat karena dulu Ketua DPW PKS Jatim," ujar Anis.

Meski begitu, Anis Matta menyatakan bahwa PKS sebetulnya tidak sengaja menempatkan Rofiq Munawar satu Dapil dengan Ibas, panggilan Edhi Baskoro. Ia juga menyangkal jika penempatan Rofiq tersebut adalah untuk menjegal Edhi Baskoro yang sebelumnya dikabarkan akan maju lewat Dapil Jakarta. "Saya kira itu kebetulan saja. Tidak ada kata menjegal atau apa lha. Saya juga baru tahu kalo dia (Edhi Baskoro) dicalonkan di situ. Tapi yang jelas PKS optimistis," sambung Anis Matta.

Selain Rofiq, PKS juga mengusung nama-nama populer dalam daftar caleg. Diantaranya mantan Presiden PKS, Hidayat Nurwahid yang bertarung di Dapil V Jateng. Presiden PKS, Tifatul Sembiring akan maju dari Dapil Sumut I. Mantan Wakapolri, Adang Daradjatun akan maju lewat Dapil III Jakarta. Sedangkan Anis Matta sendiri maju lewat Sulsel I. Semuanya berstatus sebagai Caleg nomor satu.

PKS mengusung 573 Caleg dengan komposisi 373 caleg laki-laki dan 200 caleg perempuan. Dari sisi usia, Anis menegaskan bahwa 80 persen caleg PKS berusia di bawah 40 tahun. Caleg termuda adalah Asep Teguh Firmansyah (25) dari Gorontalo. dan yang paling tua adalah Janawir (72) dari Jambi. (Had) 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau