Sidang Muchdi Dijaga Ketat

Kompas.com - 21/08/2008, 09:53 WIB

Laporan Inggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KAMIS - Sidang perdana terdakwa kasus pembunuhan aktivis HAM Munir, Muchdi Pr dijaga ketat ketat oleh aparat kepolisian. Sidang menurut rencana digelar pukul 10.00, Kamis (21/8) ini di PN Jakarta Selatan. Sejumlah petugas kepolisian terlihat berjaga mulai di depan PN Jaksel yang terletak di Jalan Ampera, Jakarta Selatan.

Para pengunjung yang akan memasuki area pengadilan diperiksa oleh 6 orang petugas yang berjaga di depan pintu gerbang. Seorang petugas polisi juga menyerukan agar pengunjung menghormati dan menjaga ketertiban jalannya persidangan melalui pengeras suara. Tak biasa pula, saat akan memasuki Gedung Pengadilan, setiap pengunjung harus melalui pintu screening yang biasanya tak pernah difungsikan.

Di ruang Garuda, tempat berlangsungnya persidangan sudah dipenuhi ratusan pengunjung. Puluhan wartawan dari berbagai media juga telah standby di ruangan yang tak terlalu besar itu. Media yang meliput tak hanya media dalam, namun juga beberapa media luar negeri. Muchdi sendiri telah tiba di PN Jaksel sekitar pukul 09.00 pagi tadi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau