MEDAN, SABTU - Setidaknya ada empat faktor yang menyebabkan Indonesia menarik minat sindikat pengedar narkoba internasional sehingga dijadikan sasaran empuk dan target pemasaran barang terlarang itu.
Keempat faktor itu adalah karena Indonesia negara kepulauan, belum canggihnya peralatan yang dimiliki, lemahnya penegakan hukum dan adanya oknum petugas yang dapat disuap, kata praktisi hukum, Julheri Sinaga Sinaga, SH di Medan, Sabtu.
Ia menjelaskan, Indonesia memiliki lebih 17 ribu pulau sehingga dikenal sebagai negara kepulauan terbesar di dunia. Kondisi tersebut dimanfaatkan sindikat narkoba internasional karena banyaknya pintu untuk memasukkan barang terlarang itu ke Indonesia.
Kenyataan tersebut diperparah dengan belum canggihnya sarana dan prasarana yang dimiliki pemerintah untuk mengantisipasi dan mendeteksi narkoba yang dibawa anggota sindikat itu.
Di laut, kapal yang dimiliki Polri dan Angkatan Laut banyak yang sudah tidak layak dipergunakan lagi sehingga diragukan kemampuannya untuk mengejar sindikat pengedar yang mencoba memasukkan narkoba dari jalur laut.
Sedangkan di darat, tidak semua pelabuhan dan bandara memiliki peralatan yang mampu mendeteksi masuknya obat terlarang itu. Selanjutnya, kata Sinaga, sindikat narkoba itu tidak merasa jera jika tertangkap petugas karena tidak maksimalnya penegakan hukum di Indonesia.
Selain tidak maksimalnya sanksi yang diberikan, anggota sindikat tersebut masih mendapatkan keleluasaan dalam menjalankan aksinya meski dalam penjara sekalipun.
Kenyataan tersebut dapat dilihat dari tertangkapnya kurir narkoba di Pelabuhan Belawan, Sumut pada Pebruari 2008 dengan barang bukti heroin 3,3 kilogram yang dibawa dari Laos atas perintah pengedar obat terlarang itu yang merupakan narapidana di LP Banceuy Bandung, Jawa Barat.
Lain lagi halnya dengan adanya oknum petugas dan pegawai pemerintah yang bermental korup sehingga dapat diajak berkolusi untuk meloloskan barang perusak masa depan generasi muda tersebut.
Akumulasi dari semua kondisi itu menyebabkan Indonesia menjadi sasaran empuk dan lading subur bagi sindikat pengedar narkoba internasional, katanya.