Panwas Copot Atribut Kampanye Pilkada Sumsel

Kompas.com - 25/08/2008, 15:31 WIB

PALEMBANG, SENIN - Panwas Kota Palembang bersama Satpol PP Kota Palembang mencopot atribut kampanye Pilkada Sumsel, Senin (25/8). Pencopotan dilakukan di sejumlah jalan protokol di Kota Palembang, Sumatera Selatan seperti Jalan Kapten A Rivai, Jalan Merdeka, dan Jalan Jenderal Sudirman.

Panwas bersama Satpol PP tidak pandang bulu dalam menertibkan atribut kampanye. Atribut kampanye pasangan Alex Noerdin-Eddy Yusuf dan pasangan Syahrial Oesman-Helmy Yahya sama-sama diturunkan kemudian dimasukkan ke dalam truk Satpol PP. Sempat terjadi ketegangan antara anggota Satpol PP dan anggota tim kampanye salah satu kandidat, namun bentrokan dapat dihindari.

Anggota Panwas Kota Palembang, Ridwan Sakni, mengatakan, pencopotan atribut kampanye tersebut dilakukan karena jalan protokol harus bebas dari atribut kampanye. Hal tersebut sudah diatur dalam Peraturan Wali Kota Palembang maupun peraturan daerah.

Menurut Kepala Bidang Penyidik PNS Satpol PP Kota Palembang, Mardawi S, pencopotan atribut kampanye itu juga terkait penilaian Piala Adipura. Pencopotan ini tidak terkait dengan politik. "Kami sudah memberikan peringatan sebelumnya," kata Mardawi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau