Warga Porong Kembali Duduki Tanggul

Kompas.com - 25/08/2008, 21:16 WIB

SIDOARJO, SENIN- Warga korban lumpur kembali menduduki tanggul lumpur Lapindo, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (25/8). Warga yang berasal dari Desa Renokenongo, Jatirejo, Siring, dan Kedungbendo itu menuntut sisa pembayaran ganti rugi sebesar 80 persen yang belum mereka terima.

Warga yang tergabung dalam Gerakan Pendukung Peraturan Presiden (Geppres)  menutup lima pintu masuk menuju tanggul dengan memasang tonggak  bambu  pukul 07.00 serta membangun tenda. Hal itu menyebabkan aktivitas penanganan lumpur di tanggul berhenti total, karena truk dan karyawan yang bertugas menangani lumpur tidak bisa masuk menuju tanggul.

Warga berorasi dan membawa  spanduk mengenai tuntutan  pembayaran ganti rugi. Aksi itu dikawal  anggota polisi dari Polres Sidoarjo. Koordinator Geppres Suwito mengatakan, aksi  dilakukan akibat  warga lelah menunggu sisa ganti rugi  yang tak kunjung dibayarkan PT Minarak Lapindo Jaya (MLJ). "Kami akan menduduki tanggul sampai ada kejelasan mengenai sisa ganti rugi," ujar Suwito.

Suwito juga mendesak agar PT MLJ tidak diskriminatif kepada korban lumpur yang hak kepemilikan tanahnya berupa Letter C dan Petok D. Mereka seharusnya  diperlakukan sama dengan pemilik sertifikat tanah dalam  pemberian ganti rugi.

Saat dihubungi, Vice President Relations PT Lapindo Brantas Yuniwati Teriyana menyatakan, proses pembayaran ganti rugi saat ini sedang berlangsung. Warga yang belum menerima sisa pembayaran diminta bersabar menunggu giliran. "Kami mengimbau agar warga menghormati kepentingan bersama dan menghentikan pemblokiran akses menuju tanggul.  Jika pekerja tidak bisa melanjutkan pekerjaan pengaliran lumpur dan penjagaan tanggul, warga lain terkena bahaya," katanya.

Kepala Humas Badan Penanggulangan Lumpur di Sidoarjo Achmad Zulkarnain mengatakan, jika aktivitas penanganan lumpur terhenti, dikhawatirkan akan terjadi luberan lumpur. Saat ini, jarak permukaan lumpur dengan bibir tanggul tinggal 20-30 cm.(APO)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau