Sikapi Pengakuan Ryan, Polisi Bongkar Kuburan Aldo

Kompas.com - 27/08/2008, 14:37 WIB

JAKARTA, RABU — Polisi akan membongkar jenazah yang ditemukan di Jombang, Jawa Timur, yang selama ini diyakini sebagai jenazah Asrori alias Aldo.

"Kita tunggu dulu hasil tes DNA keluarga Aldo. Mungkin besok sudah keluar. Kalau memang jenazah Mr X sama dengan keluarga Aldo, jenazah yang di kebun tebu dan telah dikubur keluarga Aldo akan kita bongkar," jelas Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Abubakar Nataprawira, Rabu (27/8), seusai mengikuti sertijab enam Kapolda di Mabes Polri.

Rencana pembongkaran terhadap jenazah Aldo ini menyusul hasil tes DNA terhadap tiga orang keluarga M Affandi. Semula polisi menduga Mr X adalah M Affandi, yang juga dilaporkan hilang oleh keluarganya. 

Pada pemeriksaan tes DNA awal, ada salah satu anggota keluarga Affandi yang memiliki kemiripan. Untuk meyakinkan, polisi kembali melakukan tes DNA terhadap dua anggota keluarga Affandi. Hasilnya ternyata negatif. DNA keluarga Affandi tidak sama dengan Mr X.

Abubakar menegaskan, bila nanti hasil tes DNA keluarga Aldo ternyata sama, polisi akan menyidik ulang kasus pembunuhan Aldo sekaligus mayat yang ditemukan di kebun tebu. "Nanti akan kita cek ulang kasus itu bila memang ternyata Aldo benar dibunuh oleh Ryan," tegasnya.

Dalam kasus penemuan mayat di kebun tebu, yang kemudian hasil penyidikan Polres Jombang dinyatakan sebagai mayat Asrori alias Aldo, sudah ada dua orang pelaku yang dijatuhi hukuman 17 tahun dan 12 tahun. Satu tersangka lagi masih dalam proses hukum. (Persda Network/Sugiyarto)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau