Keluarga Amrozi Dkk Tiba di Nusakambangan

Kompas.com - 30/08/2008, 11:27 WIB

CILACAP, SABTU — Keluarga Amrozi, Imam Samudra, dan Mukhlas alias Ali Gufron, Sabtu (30/8), mengunjungi terpidana kasus Bom Bali I itu di LP Batu, Nusakambangan, Kabupaten Cilacap, Jateng.

Antara dari Dermaga Wijayapura (pintu utama penyeberangan dari Cilacap ke Nusakambangan) melaporkan, jumlah mereka diperkirakan 62 orang, termasuk keluarga terpidana kasus bom Atrium, Abdul Jabar, Dani, Usman, dan Ibrahim, serta pengacara mereka dari Tim Pembela Muslim (TPM).

Mereka naik sembilan mobil dan tiba di Dermaga Wijayapura sekitar pukul 09.15 WIB kemudian menjalani pemeriksaan, identitas dan barang-barang bawaan mereka. Mereka baru menyeberang ke Nusakambangan sekitar pukul 10.15 secara bertahap karena daya angkut Kapal Pengayoman II terbatas. Rombongan pertama lima unit kendaraan diberangkatkan, dan 20 menit kemudian sisanya.

Dalam keluarga terpidana mati kasus Bom Bali I tersebut tampak Khoriyana dan Ria Rahmawati (istri Amrozi), Ny Tariyem (ibunda Amrozi), Zakiyah Darajat (istri Imam Samudra), dan Embay Badriyah (ibunda Imam Samudra).

Di samping itu, tampak juga paman Amrozi, H Abdul Basit, yang baru pertama kali menginjakkan kakinya di Nusakambangan. Dia tidak membawa kartu identitas, tetapi akhirnya diizinkan menyeberang ke pulau yang berada di ujung selatan Jawa Tengah.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau