MAGELANG, MINGGU - Sejak tahun 2006 hingga Juli 2008, Kantor Bank Indonesia (BI) Semarang telah menemukan 15.401 lembar uang palsu. Temuan uang palsu ini diperoleh dari laporan bank-bank umum dan masyarakat se-Jawa Tengah yang melakukan transaksi penukaran uang di Kantor BI Semarang.
Pimpinan Kantor BI Semarang M Zaeni Aboe Amin mengatakan, pada masa sekarang, masyarakat harus semakin hati-hati dan cermat meneliti karena tanda-tanda uang palsu tidak selalu terlihat menyeluruh pada satu lembar uang.
"Terkadang, potongan uang palsu hanya terdapat pada sisi sebelah kanan, dan sisi sebaliknya merupakan uang asli. Selain itu, kami juga sempat menemukan lembaran uang asli terdapat di sisi depan, dan lembaran uang palsu ternyata ditempelkan di sisi belakangnya," ujarnya, saat ditemui di sela-sela acara gathering dengan pers di Hotel Puri Asri, Sabtu (30/8) kemarin.
Zaeni mengatakan, ini merupakan teknik baru yang dilakukan oleh para penipu atau penjahat dari sindikat pemalsuan uang. Metode penggabungan dua jenis uang ini dilaksanakan dengan memotong atau melepaskan lembarang uang asli dengan bantuan cairan kimia khusus, yang kemudian dipadukan dengan lembaran uang palsu hasil cetakan mereka. Cara ini merupakan teknik terbaru untuk mengelabui masyarakat.
Jumlah 15.401 lembar uang palsu yang ditemukan Kantor BI Semarang ini tidak termasuk dalam jumlah temuan uang palsu yang diungkap dan ditangani oleh pihak kepolisian. Uang palsu ini terdiri mulai dari pecahan Rp 5.000, Rp 10.000, Rp 20.000, Rp 50.000, dan Rp 100.000. Pada tahun 2006, temuan uang palsu ini mencapai 5.481 lembar, dan tahun 2007, 6.057 lembar. Pada periode Januari hingga Juli 2008, sudah ter data temuan uang palsu sebanyak 3.863 lembar.
Kendatipun pendataan pada tahun 2008 baru berjalan tujuh bulan, temuan palsu pecahan Rp 10.000 dan Rp 20.000 ternyata sudah melebihi jumlah pada tahun 2007. Untuk uang palsu pecahan Rp 20.000, pada tahun 2007 d itemukan 401 lembar, sedangkan pada tahun 2008 menjadi 464 lembar. Begitupun uang palsu pecahan 10.000 yang pada tahun 2007 ditemukan 358 lembar, tahun ini, bertambah menjadi 460 lembar.
Mengacu pada data selama tiga tahun terakhir, pecahan yang paling banyak dipalsukan adalah Rp 50.000. Pada Januari hingga Juli 2008, jumlah uang palsu Rp 50.000 ini. telah ditemukan sebanyak 1.731 lembar.
Ciri-ciri uang palsu yang terdapat pada keseluruhan maupun sebagian lembar, dapat diketahui dengan cara diraba, dilihat, dan diterawang. Uang kertas asli yang dikeluarkan oleh BI sendiri memiliki 10 ciri khusus diantaranya memiliki benang pengaman, hasil cetak mengkilap, dan cetakan timbul yang terasa kasar saat diraba.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang