15.401 Lembar Uang Palsu Ditemukan di Jateng

Kompas.com - 31/08/2008, 18:41 WIB

MAGELANG, MINGGU - Sejak tahun 2006 hingga Juli 2008, Kantor Bank Indonesia (BI) Semarang telah menemukan 15.401 lembar uang palsu. Temuan uang palsu ini diperoleh dari laporan bank-bank umum dan masyarakat se-Jawa Tengah yang melakukan transaksi penukaran uang di Kantor BI Semarang.

Pimpinan Kantor BI Semarang M Zaeni Aboe Amin mengatakan, pada masa sekarang, masyarakat harus semakin hati-hati dan cermat meneliti karena tanda-tanda uang palsu tidak selalu terlihat menyeluruh pada satu lembar uang.

"Terkadang, potongan uang palsu hanya terdapat pada sisi sebelah kanan, dan sisi sebaliknya merupakan uang asli. Selain itu, kami juga sempat menemukan lembaran uang asli terdapat di sisi depan, dan lembaran uang palsu ternyata ditempelkan di sisi belakangnya," ujarnya, saat ditemui di sela-sela acara gathering dengan pers di Hotel Puri Asri, Sabtu (30/8) kemarin.

Zaeni mengatakan, ini merupakan teknik baru yang dilakukan oleh para penipu atau penjahat dari sindikat pemalsuan uang. Metode penggabungan dua jenis uang ini dilaksanakan dengan memotong atau melepaskan lembarang uang asli dengan bantuan cairan kimia khusus, yang kemudian dipadukan dengan lembaran uang palsu hasil cetakan mereka. Cara ini merupakan teknik terbaru untuk mengelabui masyarakat.

Jumlah 15.401 lembar uang palsu yang ditemukan Kantor BI Semarang ini tidak termasuk dalam jumlah temuan uang palsu yang diungkap dan ditangani oleh pihak kepolisian. Uang palsu ini terdiri mulai dari pecahan Rp 5.000, Rp 10.000, Rp 20.000, Rp 50.000, dan Rp 100.000. Pada tahun 2006, temuan uang palsu ini mencapai 5.481 lembar, dan tahun 2007, 6.057 lembar. Pada periode Januari hingga Juli 2008, sudah ter data temuan uang palsu sebanyak 3.863 lembar.

Kendatipun pendataan pada tahun 2008 baru berjalan tujuh bulan, temuan palsu pecahan Rp 10.000 dan Rp 20.000 ternyata sudah melebihi jumlah pada tahun 2007. Untuk uang palsu pecahan Rp 20.000, pada tahun 2007 d itemukan 401 lembar, sedangkan pada tahun 2008 menjadi 464 lembar. Begitupun uang palsu pecahan 10.000 yang pada tahun 2007 ditemukan 358 lembar, tahun ini, bertambah menjadi 460 lembar.

Mengacu pada data selama tiga tahun terakhir, pecahan yang paling banyak dipalsukan adalah Rp 50.000. Pada Januari hingga Juli 2008, jumlah uang palsu Rp 50.000 ini. telah ditemukan sebanyak 1.731 lembar.

Ciri-ciri uang palsu yang terdapat pada keseluruhan maupun sebagian lembar, dapat diketahui dengan cara diraba, dilihat, dan diterawang. Uang kertas asli yang dikeluarkan oleh BI sendiri memiliki 10 ciri khusus diantaranya memiliki benang pengaman, hasil cetak mengkilap, dan cetakan timbul yang terasa kasar saat diraba.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau