PONTIANAK, RABU - Petinju asal Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, Daud "Chino" Jordan akan menghadapi petinju asal Amerika Monti Meza Clay, 7 September mendatang di Los Angeles, Amerika Serikat.
"Saya sangat bangga dan senang karena menjadi atlet tinju pertama akan menantang petinju asal Amerika," kata Chino, di Pontianak, Rabu (3/9).
Banyak hal yang dipersiapkan Cino menghadapi pertandingan nantinya, salah satunya dengan lebih memadatkan jadwal latihan setiap harinya. Pria kelahiran Ketapang, Simpang Empat 10 juni 1986 ini mengakui apa yang diraihnya hingga hari ini dikarenakan latihan yang keras dan sungguh-sungguh.
Ia mengatakan, selain melakukan latihan dan kerja keras, saat ini juga mempelajari teknik lawannya Meza dengan menonton setiap pertandingan yang dilakukan lawannya melalui internet atau rekaman video. "Kita sudah membaca kalau lawan saya nantinya punya kelebihan dengan pukulan kidal dan lebih menyukai pukulan-pukulan sebagai hadiah kepada lawanya," ujar Cino.
Untuk itu, saat ini ia sedang menekankan latihan melawan petinju teknik melawan lawan yang bertangan kidal. "Karena selama ini saya belum pernah dihadapkan pada lawan dengan tangan kidal, beruntung saudara saya Yohanens Jordan petinju kidal, sehingga bisa berlatih dengan beliau," katanya.
Prestasi lain yang sebelumnya pernah diraih Cino adalah juara Asia Pasifik rangking tiga dunia WBO dengan prestasi 23 kali bertanding dengan 17 KO dan lima menang angka. Terakhir kali ia mengalahkan petinju Thailand, Vridid Luyatoi, Mei 2007.
Chino mengenal tinju dari saudaranya, Damianus Jordan yang merupakan petinju andalan Kalimantan Barat dan nasional dekade 80-an.
Menurut Damianus, hanya tinju yang bsia membuat keluarga mereka kluar dari masalah ekonomi sebagai keluarga petani miskin. Berkat kegigihan Damianus, Daud akhirnya bsia bertemu pelatih tinju amatir Jesus Carlos venate Torres dari Kuba dan Herman Mimpi, pemilik sasasana tinju di Ketapang. "Akhirnya kami sekeluarga diajak ke Pontianak untuk berlatih dan menggeluti olahraga tinju," kata Chino.
Chino, anak kelima dari pasangan Natalie dan Laie Chun atau Hermanus sangat mencintai dunianya sekarang. Baginya banyak hal dan pelajaran yang dirasakannya selama menggeluti dunia tinju.
Nama Chino, ia dapat dari pemberian pelatihnya Jesus melihat ia bermata sipit. Kini empat dari enam saudaranya adalah petinju termasuk dirinya, di antaranya, Damianus Jordan (juara tinju nasioanal Indonesia), Petrus Jordan (rangking pertama nasional), Yohanes (petinju amatir Kalimantan Barat yang belum pernah kalah dan kini juga menjadi anggota Brimob).
Ia selalu mengingat pesan orang tuanya yang menurutnya menjadi cambuk untuk menang, yaitu "kalau bertanding di sana hati-hati, semoga menang dan baik-baik saja". (Antara)