Soal Kontrak LNG Tangguh, Pemerintah Minta Dibantu

Kompas.com - 03/09/2008, 16:54 WIB

JAKARTA, RABU- Juru bicara Kepresidenan Andi Mallarangeng meminta agar tidak ada pihak yang menyalahkan pemerintah, yang kini mencoba memperbaiki harga penjualan kontrak gas alam cair atau LNG Tangguh. "Jangan salahkan orang yang coba memperbaiki situasi. Kita mau perbaiki tapi kok disalahkan, kan lucu juga. Kita usaha untuk memperbaiki, daripada macam-macam bantulah pemerintah," kata Andi di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Rabu (3/9).

Ia menambahkan agar masalah negosiasi ulang kontrak LNG Tangguh itu tidak dipolitisasi oleh pihak mana pun. Pemerintah, lanjut dia, berusaha agar harga jual dalam kontrak itu bisa dinaikkan sesuai dengan kenaikan harga minyak dunia. 

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, menurut Andi, sudah menyatakan diri tidak pernah dilibatkan dalam penentuan harga jual gas dalam kontrak yang dibuat pada masa pemerintahan Megawati Soekarnoputri. "SBY waktu itu kan Menkopolhukam. Presiden katakan tidak dilibatkan dan mungkin memang bukan tugasnya," ujar Andi.

Sementara itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani yang ditemui secara terpisah di Kantor Kepresidenan belum bersedia mengemukakan prospek keberhasilan negosiasi ulang kontrak LNG Tangguh."Saya tidak akan sampaikan pandangan sekarang, karena namanya negosiasi itu kan berkembang," ujarnya.

Menkeu mengatakan, banyak faktor yang bisa diajukan pemerintah Indonesia untuk dijadikan alasan melakukan negosiasi ulang. Sampai saat ini, Menkeu belum mengumumkan nama-nama anggota tim
negosiasi ulang kontrak LNG Tangguh. Sedangkan Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro mengatakan ia siap diberhentikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono apabila terbukti bersalah dalam perumusan kontrak LNG Tangguh.

Saat penandatanganan kontrak LNG Tangguh pada masa pemerintahan Megawati Soekarnoputri, Purnomo telah menjabat Menteri ESDM.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau