Pengacara Rizieq: Keterangan Saksi AKKBB Palsu

Kompas.com - 04/09/2008, 12:02 WIB

JAKARTA,KAMIS - Keterangan saksi Natsir Ahmad dari Aliansi Kebangsaan dan Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB) dinilai berbelit-belit oleh tim kuasa hukum Habib Rizieq dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (4/9).

Menurut tim kuasa hukum yang dipimpin Ari Yusuf Amir itu, saksi menyampaikan keterangan palsu dan dibuat-buat. "Keterangannya berbeda-beda majelis hakim dengan di dalam BAP (Berita Acara Pemeriksaan)," ujar salah satu tim kuasa hukum Habib Rizieq.

Keterangan berbelit-belit itu misalnya mengenai tempat massa AKKBB berkumpul di daerah Monas, di luar pagar atau di dalam pagar area Monas. Saksi Natsir memberikan informasi bahwa mereka berkumpul di area Monas di belakang stasiun Gambir.

Selain itu, keterangan yang dinilai berbelit-belit juga mengenai tempat awal saksi berangkat ke tempat aksi di Monas ataupun jumlah massa ketika berangkat dan ketika sudah tiba di Monas. Natsir mengatakan ratusan, kira-kira lebih dari tiga ratus orang dan tidak mencapai seribu orang. "Saudara bilang di BAP seribu orang!" tandas salah satu kuasa hukum.

Hakim berulang kali mengingatkan baik kuasa hukum Habib dan saksi Natsir untuk memberikan pertanyaan yang relevan dan saksi diminta mengerti dulu pertanyaan kuasa hukum.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau