KAIRO, JUMAT- Kementerian Luar Negeri Mesir saat ini tengah menyelidiki laporan-laporan yang menyebutkan bahwa para perompak membajak satu kapal Mesir di lepas pantai Somalia. Demikian dikatakan seorang pejabat Mesir di Kairo, Jumat (5/9).
"Saya minta kepada Duta Besar Mesir di Kenya, Saher Hamza. Dia akan mengikuti laporan-laporan itu dan mempelajarinya dengan detil," kata Ahmed Rezq, pejabat Kementerian Luar Negeri Bidang Konsuler dan ekspatriasi.
Rezq mengatakan, Hamza mengatakan kepadanya bahwa kapal tersebut disandera di wilayah Eyl, suatu daerah semi otonomis di utara Puntland. Pada hari Rabu lalu, laporan-laporan mengatakan bahwa para perompak menangkap satu kapal Prancis di lepas pantai Somalia, dan mereka menguasai dua penumpang sebagai sandera di Eyl.
Somalia menjadi negara anarkis sejak diktator Mohamed Siad Barre digulingkan pada 1991. Perompak di lepas pantai Somalia makin meningkatkan kegiatannya dalam tiga bulan terakhir.
Dua orang Jerman disandera di kapal pesiar (yacht) mereka, namun kemudian dibebaskan setelah membayar sejumlah uang tebusan. Pada April lalu, pasukan komando Prancis menyerbu satu yacht dan menahan enam orang perompak setelah mereka membebaskan sandera mereka.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang