Agus Condro : Partai Saya Sakit

Kompas.com - 05/09/2008, 13:26 WIB

Laporan wartawan Kompas.com Inggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, JUMAT - Pascakeluarnya surat pemberhentian dirinya sebagai anggota DPR dari Fraksi PDIP, Agus Condro Prayitno berharap apa yang disampaikannya bisa menjadi entry point untuk melakukan pembersihan dan perbaikan di tubuh partai pimpinan Megawati Soekarnoputri itu.

Pemberhentian dirinya tanpa melalui proses klarifikasi dan dalam waktu yang relatif singkat, dipandang Agus sebagai sinyal ada yang tidak beres di PDIP. Bahkan, ia mengatakan partainya sakit. "Partai saya ini agak sakit. Buktinya, saya diadili saja belum, cuma menjawab pertanyaan KPK apa adanya malah dipecat. Alasannya apa? Mas Tjahjo, Bang Panda, Pak Emir Moeis, Dudi, Pak Willem Tutuarima ditanya Sekjen mereka jawab tidak terima (uang), yang terima cuma Agus. Karena lebih 30 hari, dianggap gratifikasi dan saya dianggap melanggar AD/ART, akhirnya dipecat," kata Agus kepada wartawan di Gedung DPR, Jumat (5/9).

Di mata Agus, pengambilan keputusan terhadap dirinya terlalu sederhana. Mengingat, dirinya belum dijadikan sebagai tersangka. "Saya berniat mengembalikan uang kok. Kalau partai dipimpin oleh orang yang berpikirnya sesimple itu, bagaimana bisa memikirkan negara. Urusan negara itu kompleks," ujarnya.

Saat ditanya, apakah ia merasa menjadi korban konspirasi, Agus tak tahu pasti. Namun, ia merasa bahwa ia disingkirkan karena ada oknum-oknum yang takut terseret kasus dugaan aliran uang Rp500 juta dari Miranda Goeltom itu. "Mungkin ada orang yang takut ditahan KPK dan dipenjara. Nah, yang takut-takut ini supaya tidak dihukum akhirnya memojokkan saya. Ini persoalan orang yang lagi seneng jadi penguasa partai. Omongannya coret, lagi seneng mainan yang begituan," katanya santai.

Bagi anggota Komisi II DPR ini, apa yang dialaminya bukanlah perkara besar. Pascameninggalkan Senayan, ia akan berpikir untuk merintis usaha. (ING)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau