Laporan wartawan Kompas.com Inggried Dwi Wedhaswary
JAKARTA, JUMAT - Pascakeluarnya surat pemberhentian dirinya sebagai anggota DPR dari Fraksi PDIP, Agus Condro Prayitno berharap apa yang disampaikannya bisa menjadi entry point untuk melakukan pembersihan dan perbaikan di tubuh partai pimpinan Megawati Soekarnoputri itu.
Pemberhentian dirinya tanpa melalui proses klarifikasi dan dalam waktu yang relatif singkat, dipandang Agus sebagai sinyal ada yang tidak beres di PDIP. Bahkan, ia mengatakan partainya sakit. "Partai saya ini agak sakit. Buktinya, saya diadili saja belum, cuma menjawab pertanyaan KPK apa adanya malah dipecat. Alasannya apa? Mas Tjahjo, Bang Panda, Pak Emir Moeis, Dudi, Pak Willem Tutuarima ditanya Sekjen mereka jawab tidak terima (uang), yang terima cuma Agus. Karena lebih 30 hari, dianggap gratifikasi dan saya dianggap melanggar AD/ART, akhirnya dipecat," kata Agus kepada wartawan di Gedung DPR, Jumat (5/9).
Di mata Agus, pengambilan keputusan terhadap dirinya terlalu sederhana. Mengingat, dirinya belum dijadikan sebagai tersangka. "Saya berniat mengembalikan uang kok. Kalau partai dipimpin oleh orang yang berpikirnya sesimple itu, bagaimana bisa memikirkan negara. Urusan negara itu kompleks," ujarnya.
Saat ditanya, apakah ia merasa menjadi korban konspirasi, Agus tak tahu pasti. Namun, ia merasa bahwa ia disingkirkan karena ada oknum-oknum yang takut terseret kasus dugaan aliran uang Rp500 juta dari Miranda Goeltom itu. "Mungkin ada orang yang takut ditahan KPK dan dipenjara. Nah, yang takut-takut ini supaya tidak dihukum akhirnya memojokkan saya. Ini persoalan orang yang lagi seneng jadi penguasa partai. Omongannya coret, lagi seneng mainan yang begituan," katanya santai.
Bagi anggota Komisi II DPR ini, apa yang dialaminya bukanlah perkara besar. Pascameninggalkan Senayan, ia akan berpikir untuk merintis usaha. (ING)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang