BREBES, KAMIS - Kepolisian Resor Brebes, Jawa Tengah, menyiapkan sejumlah penembak jitu atau sniper di jalur mudik kabupaten itu. Mereka yang diturunkan untuk mengamankan arus mudik dan arus balik Lebaran itu ditempatkan di lokasi-lokasi tersembunyi.
Kepala Polres Brebes Ajun Komisaris Besar Firli melalui Kepala Satuan Reserse Kriminal Ajun Komisaris Sugeng, Rabu (10/9) di Brebes, mengatakan, sniper ditempatkan di jalur selatan, jalur tengah, dan jalur utara. Setiap tim terdiri atas empat anggota.
Menurut dia, daerah rawan bajing loncat di jalur selatan terdapat di Ciregol, Tanjung; di jalur tengah terdapat di Ketanggungan dan Banjarharjo; serta di jalur utara di sepanjang pantura.
Sehubungan dengan pemudik yang menggunakan sepeda motor, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Brebes Sutriyono, Rabu, mengatakan, jumlah pemudik bermotor yang masuk Brebes diperkirakan 2,506 juta unit. Jumlah itu meningkat sekitar 18,09 persen jika dibandingkan dengan tahun lalu. Arus lalu lintas kendaraan lainnya juga diprediksikan naik sekitar 4,61 persen dari 2007 lalu atau mencapai 1,891 kendaraan.
Belum siap
Menghadapi arus mudik, perbaikan jalur pantura Jawa Barat akan terus dikerjakan hingga tujuh hari sebelum Lebaran (H-7). Jalur alternatif juga dinilai belum siap karena masih rusak dan minim rambu.
Hal itu terungkap dalam Rapat Koordinasi Lintas Batas Operasi Ketupat 2008 di Kantor Kepolisian Wilayah (Polwil) Cirebon, Jabar, Rabu.
Di sela-sela pertemuan, Kepala Bagian Operasional Polwil Cirebon Ajun Komisaris Besar Djadja A Rodjak menyatakan, wilayah Indramayu dan Cirebon perbaikan jalan di jalur utama pantura sudah selesai, tetapi jalur alternatif Subang-Indramayu, yakni jalur Cikamurang, perlu perbaikan lagi. Selain aspal belum mulus, jalur itu minim rambu dan penerangan.
Menurut Kepala Polwil Cirebon Komisaris Besar Nasser Amir, jika jalur alternatif Cikamurang tidak selesai diperbaiki dan ditutup pada saat arus mudik, jalur utama akan sangat padat dan rawan macet.
Di Jateng, mulai dari Brebes hingga Kota Pekalongan, menurut Kepala Polwil Pekalongan Komisaris Besar Made Suharya, perbaikan jalan sepanjang 156 kilometer sudah 90 persen selesai. Ia memprediksi perbaikan sudah selesai pada H-7.
Pasar tumpah di sepanjang jalur pantura pun akan dibenahi mulai H-5 agar tidak sampai memakan jalan. Setidaknya ada 11 pasar tumpah di Indramayu dan Cirebon serta 21 pasar tumpah di sepanjang jalur Brebes, Kota/Kabupaten Tegal, Kota/Kabupaten Pekalongan, serta Batang.
Di Bandung, Rabu, Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Surono mengharapkan pemerintah daerah memasang rambu di daerah rawan longsor yang bakal dilewati pemudik. Banyaknya kecelakaan lalu lintas yang terjadi karena minimnya pengetahuan pengguna jalan mengenai daerah rawan longsor.
Di Yogyakarta, Kepala Pusat Studi Transportasi dan Logistik Universitas Gadjah Mada, Heru Sutomo, Rabu, menyatakan, kondisi angkutan jalan raya dinilai masih paling buruk daripada jenis angkutan lain. Banyaknya armada yang dipersiapkan untuk mengangkut pemudik saat Lebaran tidak akan mendukung jika kondisi jalan tak memadai. Hal itu justru menimbulkan kemacetan. (wie/nit/che/wer)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang