17 Titik Rawan Macet di Brebes

Kompas.com - 11/09/2008, 20:43 WIB

BREBES, KAMIS - Menghadapi arus mudik dan arus balik lebaran tahun ini, terdapat 17 titik rawan macet di Kabupaten Brebes yang perlu diwaspadai oleh pemudik. Data dari Dinas Perhubungan Kabupaten Brebes, Kamis (11/9), 17 titik tersebut meliputi Pasar Losari, Tanjung, Kersana, Bulakamba, Jatibarang, Sitanggal, Larangan, Linggapura, Bumiayu, Tikungan Bahupring Kalisalak, Simpang Tiga Tanjung, Simpang Tiga Pejagan, Wilayah Ketanggungan, Perlintasan KA Karangsawah, Tanjakan Siregol, Perlintasan KA Pagojengan-Paguyangan, serta pusat Kota Brebes.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Brebes, Sutriyono mengatakan, potensi rawan macet disebabkan beberapa hal, diantaranya pasar tumpah, parkir di badan jalan, perbaikan ruas jalan, dan kendaraan yang melambat pada beberapa tanjakan.

Menurut dia, beberapa upaya untuk mengantisipasi kemacetan yaitu dengan memflashing (kedip kuning) lampu pengatus lalu lintas, mengendalikan dan mengamankan lokasi pasar tumpah, membagi lajur lalu lintas menjadi 3-1, memasang rambu portable, barikade, dan traffic cone, serta menempatkan petugas di titik rawan kemacetan.

Pemerintah juga menyiapkan jalur alternatif, selain jalur utama pantura, jalur tengah antara Pejagan-Prupuk, dan jalur selatan antara Tonjong-Paguyangan. Jalur alternatif di Brebes yang dapat dilalui pemudik meliputi jalur alternatif Tanjung-Kersana, Bojo ngsari-Ketanggungan, Klampok-Sitanggal, Ketanggungan-Jatibarang, dan Tangglok-Songgom. "Kami juga menyiapkan personel, sarana prasarana, dan melakukan koordinasi dengan lintas instansi," ujarnya.

Menata Pedagang Tiban

Kepala Seksi Ketertiban dan Kebersihan Kantor Pengelolaan Pasar Kabupaten Brebes, Wiryono mengatakan, menghadapi arus mudik kali ini, pemerintah juga akan menata pedagang tiban yang biasa bermunculan di pasar tradisional. Para pedagang tersebut jangan sampai meluber ke jalan, sehingga mengganggu arus lalu lintas.

Menurut dia, menjelang lebaran, peningkatan jumlah pedagang di pasar tradisional bisa mencapai 25 persen bila dibandingkan hari-hari biasa. Barang dagangan yang banyak dijual yaitu pakaian dan bunga untuk ziarah makam.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau