Mudik Bareng Honda Diikuti 3.500 Peserta

Kompas.com - 12/09/2008, 10:02 WIB

JAKARTA, SABTU- Program Mudik Bareng Honda yang diselenggarakan Honda bekerja sama dengan Warta Kota, Radio Sonora, Harian Surya (Surabaya). dan Harian Tribun Jabar (Bandung) tahun 2008 diikuti sekurangnya 3.500 peserta. Rombongan pemudik bersepeda motor Honda ini menurut rencana akan diberangkatkan tanggal 26 September dari Jakarta-Semarang-Yogyakarta, Bandung-Yogyakarta, dan Surabaya Yogyakarta.

General Manager Customer Service PT Asrta Honda Motor (AHM) Istiani di Jakarta menyatakan, dengan jumlah 3.500 peserta itu, berarti ada peningkatan 1.500 peserta dibandingkan program serupa tahun lalu.

Rencananya, para pemudik bersepeda motor ini akan dikawal petugas Direktorat Lalu Lintar Polri dan Polda setempat hingga ke kota tujuan. "Ini dimaksudkan untuk meminimalisasi potensi kecelekaan, serta membuat para pemudik aman, nyaman, dan tertib selama perjalanan," kata Istiani di sela-sela acara penyerahan penghargaan Museum Rekor Indonesia (MURI) untuk PT AHM sebagai agen tunggal pemegang merek (ATPM) atas prestasinya memproduksi dan menjual motor terbanyak selama bulan Agustus 2008 di Jakarta, Rabu (10/9) malam lalu.

Penghargaan MURI

Penghargaan MURI tersebut diserahkan Direktur Muri Jaya Suprana kepada Production, Engineering & Procurement Director AHM Yoshiaki Otsuka, untuk pencapaian produksi, Marketing Director AHM dan Johannes Loman untuk pencapaian penjualan.

”Ini adalah peristiwa bersejarah bagi AHM, karena untuk tingkat ASEAN, penghargaan ini adalah yang kali pertama di industri sepeda motor,” ujar Miki Yamamoto, Presiden Direktur AHM.

Prestasi yang diraih AHM memang patut diacungi jempol. Sebab pada 31 Agustus 2008, tepat pukul 23.17,14” WIB, tercatat 300.588 unit sepeda motor Honda telah diproduksi AHM dalam kurun waktu sebulan. Dan pada pukul 24.00 WIB di tanggal yang sama, tercatat penjualan sebanyak 300.860 unit dan merupakan penjualan terbanyak selama sebulan.

”Pasar motor di Indonesia makin ketat, maka tantangan yang dihadapi juga makin berat. Karena itu kami akan terus berupaya mencetak prestasi untuk memperkuat posisi Honda,” ucap Miki.

Sementara itu, menurut Johannes Loman, Marketing Director AHM, pangsa pasar motor Honda belum tergoyahkan sampai saat ini yakni pemegang nomor satu untuk penjualan, dengan angka 46,8 persen dari total penjualan motor nasional.

Di tempat terpisah Perusahaan Asuransi Syari’ah Mubarakah mencatat sebagai pemegang tiga rekor Muri sekaligus. Ketiga rekor itu adalah perusahaan asuransi nasional syari’ah pertama di Indonesia. Lalu, H Emil Abbas sebagai pengusaha nasional pertama pendiri perusahaan asuransi nasional syari’ah di Indonesia, dan Jafril Khalil sebagai Direktur Utama/CEO pertama perusahaan asuransi nasional syari’ah di Indonesia.

Asuransi Syari’ah Mubarakah berdiri 18 Oktober 1993 dan memiliki 30 kantor layanan yang tersebar di 21 provinsi di Indonesia. Saat ini jumlah nasabahnya mencapai sekitar 1 juta. (ver/lis)

 

 

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau