Keris, dari Besi Tua ke Besi Aji (3)

Kompas.com - 12/09/2008, 14:37 WIB

Oleh Wartawan Kompas.com, IGN Sawabi

DAYA terik keris masa kini, selain pada desain fisik, juga terutama pada motif pamornya. Ada ribuan motif pamor yang sudah diciptakan para empu keris. Dari yang tradisional/pakem hingga kontemporer. Antara keris yang satu dan yang lain selalu memiliki corak pamor yang tidak akan sama. Hal itu disebabkan kreasi, proses penempaan, proses pembakaran dan lain sebagainya yang dilakukan para pembuat keris.

Pamor beras wutah, merupakan motif dasar dari segala jenis pamor. Dari pamor beras wutah yang hanya berupa lapisan-lapisan pamor, kemudian dibentuk menjadi berbagai jenis dengan menambah langkah-langkah pelipatan, arah lipatan, pilinan, pengikiran,  atau keras lembutnya hantaman palu pada saat proses penempaan.

Pamor adeg sapu, hanya berupa garis-garis berdiri. Dibuat dengan cara mengambil penampang dari pamor beras wutah.

Pamor udan mas, menggunakan pamor beras wutah yang diberi aksen-aksen seperti bulatan di beberapa titik. Cara membuat bulatan, keris yang sudah setengah jadi, diberi ketokan menggunakan besi sehingga menimbulkan luka. Saat dikikir, titik-titik ketokan itu yang melesak ke dalam akan memunculkan bulatan-bulatan.

Pamor bonang serenteng, cara pembuatannya sama persis dengan pamor udan mas. Bedanya, jika dalam pamor udan mas posisi aksen ketokan tidak sejajar, sedangkan pada pamor bonang serenteng posisi ketokan sejajar di kiri dan kanan dari pangkal hingga ujung keris.

Pamor ujung gunung, seperti membuat pamor adeg sapu. Bedanya, sebelum dibentuk keris, lipatan pamor yang masih bahan ditekuk. Dari tekukan itulah kemudian akan muncul pamor bentuk garis-garis mengerucut seperti garis gunung yang bertumpuk-tumpuk.

Pamor kembang anggrek (ada yang menyebut ron genduru). Proses pembuatan pamor jenis ini cukup memerlukan waktu. Besi yang sudah mengandung lipatan-lipatan pamor, dibentuk menjadi plat panjang. Plat tersebut kemudian dilipat-lipat dan direkatkan. Pinggir-pinggir lipatan dibuang dengan cara digergaji. Hanya bagian tengah lipatan saja yang dimanfaatkan.

Besi berpamor lipatan yang sudah dalam ujud tumpukan-tumpukan itu kemudian dibelah tengahnya dalam posisi berdiri menggunakan pasak besi. Untuk membelah, harus melalui proses pembakaran. Sebab, lajur yang dilalui pasak besi itulah yang nantinya akan membentuk pamor sehingga menghasilkan lukisan seperti kembang anggrek.

Pamor tambal, adalah motif pamor yang dibuat dengan cara menempelkan gulungan atau lipatan besi berpamor pada baja yang kemudian dibentuk menjadi keris. Tentu akan sangat panjang menuturkan pembuatan masing-masing pamor. Dalam perkembangan modern, empu-empu masa kini sangat rajin membuat desain-desain pamor selain desain kerisnya.  

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau