Dave Laksono Bantah Dapat Kemudahan

Kompas.com - 12/09/2008, 17:18 WIB

JAKARTA, JUMAT - Dave Laksono, putra Ketua DPR Agung Laksono maju sebagai calon anggota legislatif dari Partai Golkar. Di partai itu, ayahnya menjabat wakil ketua umum mendampingi Jusuf Kalla. Majunya Dave menimbulkan spekulasi bahwa sebagai anak petinggi partai ia mendapatkan kemudahan untuk menjadi wakil rakyat.

Saat ditanya mengenai hal itu, Dave membantahnya. Ia mengatakan, sejak tahun 2004 ia telah aktif sebagai kader muda Golkar. "Saya yakin saya bisa mewakili karena dengan pendidikan yang saya punya, dengan background pendidikan saya dan dengan pengalaman, saya bukan hanya memiliki aset nama. Dengan menjadi putra Agung Laksono, saya bisa belajar dan melihat bagaimana politik dan bagaimana mengusahakan kemajuan untuk rakyat. Jadi anak Agung, bukan berarti saya langsung lewat jalan tol, jalan pintas," kata Dave dalam diskusi di Gedung DPR, Jumat (12/9).

Sebagai new comer, ia sadar bahwa dirinya tak populer di mata publik. Upaya dan strategi yang akan dilakukannya, turun langsung memperkenalkan diri. "Saya akan turun ke masyarakat memperkenalkan diri kepada 5 juta penduduk di dapil saya," kata caleg dari Dapil VII Jabar ini.

Dari mana dananya? Dave mengaku, uang untuk mendanai kampanyenya berasal dari kantongnya sendiri sebagai seorang pengusaha. "Masa minta sama bapak?" katanya.

Pengamat politik dari Reform Institue, Yudi Latif mengatakan, selain berjuang untuk dikenal, para caleg wajah baru juga harus bergantung pada jaringan dan mesin partainya. "Golkar memang dikenal, tapi mesin politiknya saat ini mulai tergerus sehingga tidak bisa menjadi penopang caleg muda," ujar Yudi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau