Sutanto Ingin Jadi Fotografer

Kompas.com - 13/09/2008, 12:26 WIB

JABATAN Sutanto sebagai Kapolri tinggal menghitung hari. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) telah menunjuk Kabareskrim Komjen Bambang Hendarso Danuri sebagai calon tunggal Kapolri menggantikan Sutanto. Langkah Bambang Hendarso berikutnya untuk menjadi Kapolri tinggal menunggu persetujuan DPR.

Sementara itu, nasib Kapolri selanjutnya setelah pensiun, banyak pihak menduga bakal terjun ke politik. Ini tidak lepas dari reputasinya yang bagus selama menjabat sebagai Kapolri. Ketegasannya dalam memberantas perjudian, illegal logging, illegal fishing, dan berbagai penegakan hukum lainnya membubungkan citra Sutanto.

Beberapa partai telah meminang dan menimbangnya sebagai calon wapres atau calon presiden pada pemilu 2009 mendatang. Salah satu partai yang sudah jelas-jelas menyebut Sutanto sebagai salah satu kandidat capresnya adalah Partai Matahari Baru.

Beberapa partai lainnya masih menimbang-nimbangnya sebagai salah satu capres atau cawapres. Seperti PKS, meski belum menjadi sikap resmi partai, beberapa petingginya menyatakan akan mempertimbangkan Sutanto sebagai calpresnya dalam pemilu 2009 mendatang. Namun PKS masih mempertimbangkan seberapa pentingnya partai mencantumkan nama calon presiden yang bakal diusungnya.

Lalu, bagaimana tanggapan Sutanto menanggapi berbagai peluang untuk terjun ke kancah politik ini? "'Kita harus tahu diri dengan kemampuan. Kita kan bukan politisi, tapi polisi," jawab Sutanto diplomatis diiringi derai tawa lepas di hadapan wartawan, Jumat (12/9).

Menurut Kapolri, ia harus tahu batas kemampuan dirinya sebelum memutuskan terjun ke politik. Ia kemudian mengungkapkan sebuah falsafah Jawa yang sangat populer di masyarakat untuk menyatakan batas kesadaran seseorang atas kemampuan yang dimilikinya. "Jadi manusia itu kita harus biso rumongso, bukan rumongso biso (bisa merasa, bukan merasa bisa)," ungkap Sutanto.

Entah mengungkapkan keinginannya yang selama ini terpendam atau hanya ngeles untuk menghindari pertanyaan wartawan seputar rencana Kapolri setelah pensiun. Namun, yang jelas, Sutanto tiba-tiba saja menyatakan ingin menjadi wartawan. Ia pun menyatakan pilihannya sebagai wartawan foto atau fotografer. "Setelah selesai saya mau jadi wartawan di bidang fotografi," ungkapnya dengan nada serius. (Persda Network/Sugiyarto)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau