JABATAN Sutanto sebagai Kapolri tinggal menghitung hari. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) telah menunjuk Kabareskrim Komjen Bambang Hendarso Danuri sebagai calon tunggal Kapolri menggantikan Sutanto. Langkah Bambang Hendarso berikutnya untuk menjadi Kapolri tinggal menunggu persetujuan DPR.
Sementara itu, nasib Kapolri selanjutnya setelah pensiun, banyak pihak menduga bakal terjun ke politik. Ini tidak lepas dari reputasinya yang bagus selama menjabat sebagai Kapolri. Ketegasannya dalam memberantas perjudian, illegal logging, illegal fishing, dan berbagai penegakan hukum lainnya membubungkan citra Sutanto.
Beberapa partai telah meminang dan menimbangnya sebagai calon wapres atau calon presiden pada pemilu 2009 mendatang. Salah satu partai yang sudah jelas-jelas menyebut Sutanto sebagai salah satu kandidat capresnya adalah Partai Matahari Baru.
Beberapa partai lainnya masih menimbang-nimbangnya sebagai salah satu capres atau cawapres. Seperti PKS, meski belum menjadi sikap resmi partai, beberapa petingginya menyatakan akan mempertimbangkan Sutanto sebagai calpresnya dalam pemilu 2009 mendatang. Namun PKS masih mempertimbangkan seberapa pentingnya partai mencantumkan nama calon presiden yang bakal diusungnya.
Lalu, bagaimana tanggapan Sutanto menanggapi berbagai peluang untuk terjun ke kancah politik ini? "'Kita harus tahu diri dengan kemampuan. Kita kan bukan politisi, tapi polisi," jawab Sutanto diplomatis diiringi derai tawa lepas di hadapan wartawan, Jumat (12/9).
Menurut Kapolri, ia harus tahu batas kemampuan dirinya sebelum memutuskan terjun ke politik. Ia kemudian mengungkapkan sebuah falsafah Jawa yang sangat populer di masyarakat untuk menyatakan batas kesadaran seseorang atas kemampuan yang dimilikinya. "Jadi manusia itu kita harus biso rumongso, bukan rumongso biso (bisa merasa, bukan merasa bisa)," ungkap Sutanto.
Entah mengungkapkan keinginannya yang selama ini terpendam atau hanya ngeles untuk menghindari pertanyaan wartawan seputar rencana Kapolri setelah pensiun. Namun, yang jelas, Sutanto tiba-tiba saja menyatakan ingin menjadi wartawan. Ia pun menyatakan pilihannya sebagai wartawan foto atau fotografer. "Setelah selesai saya mau jadi wartawan di bidang fotografi," ungkapnya dengan nada serius. (Persda Network/Sugiyarto)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang